Sarilamak, (AntaraSumbar) - Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Limapuluh Kota Noviarnis mengatakan pihaknya menduga ada salah satu tim pasangan calon bupati dan wakil bupati setempat yang memanfaatkan minggu tenang untuk kampanye.
Ia di Payakumbuh, Selasa, mengatakan pihaknya memang menerima laporan dari masyarakat bahwa ada salah satu satu tim yang menyebarkan selebaran saat minggu tenang.
Pihaknya kemarin (7/12) menerima laporan serta barang bukti bahwa pasangan nomor urut empat (Azwar Chesputra-Yunirwan Khatib), namun pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Pihaknya belum mengetahui nama yang diduga melakukan penyebaran bahan kampanye tersebut.
"Kami akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan," kata dia.
Sebelumnya, pria yang berinisial MDT membagikan sejumlah selebaran kepada masyarakat di Jorong Gurun Nagari (desa adat) Situjuah Banda dalam Kecamatan Situjuah Limo Nagari, dimana selebaran tersebut disebarkan ke sejumlah warung dan rumah warga.
Salah seorang saksi, AF mengatakan bahwa, Senin (7/12) sekitar pukul 09.00 WIB, saat ia tengah mimum pagi bersama sejumlah rekannya datang MDT dan langsung meletakkan selebaran di meja dan meminta untuk membagikannya, namun ia tidak menanggapi.
"Saat itu saya dan sejumlah kawan tengah minum pagi, tidak lama datang MDT dan meletakkan selebaran salah satu pasangan calon bupati, serta ia meminta untuk membagikannnya. Namun tidak terlalu saya tanggapi," kata dia.
Saksi lainnya AF menilai selebaran tersebut dapat mempengaruhi masyarakat dalam menentukan pilihan, sebab di dalamnya terdapat komentar tokoh-tokoh besar terkait pasangan calon nomor empat.
Divisi Pengawasan Panwaslu Kabupaten Limapuluh Kota, mengatakan laporan tersebut merupakan limpahan oleh Panwascam ke Panwas Kabupaten.
Menurutnya, permasalahan politik uang saat ini termasuk ke dalam pidana, dan pihaknya bersama Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) memerintahkan untuk diklarifikasi saksi-saksi.
"Hingga kini kami masih memeriksa saksi-saksi sesuai arahan Gakkumdu," kata dia. (*)