Jombang, (Antara) - Ketua Panitia Daerah pelaksanaan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf mengatakan molornya jadwal kongres organisasi massa berbasis keagamaan tersebut yang diprediksi banyak orang, memiliki hikmah tersendiri.

        "Kemungkinan ini bisa molor pelaksanaannya, namun pasti ada hikmahnya tersendiri," kata Saifullah yang akrab disapa Gus Ipul saat dihubugi Antara di Jombang, Jatim, Selasa.

        Hikmah yang dimaksud oleh Gus Ipul tersebut adalah keuntungan yang diterima, baik oleh masyarakat Jombang ataupun juga bagi peserta muktamar atau muktamirin.

        "Jika ini molor, bukan hanya banyak muktamirin yang bisa bersilaturahim lebih lama dengan kolega atau teman, tapi juga kegiatan perekonomian di Jombang akan tumbuh," tutur Gus Ipul yang juga merupakan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut.

        Menurut Gus Ipul, jika jumlah peserta dan panitia sekitar 5.000 orang ditambah dengan masyarakat yang sengaja ingin meramaikan muktamar dan datang setiap hari dengan jumlah sekitar 10.000 orang setiap hari, maka efeknya juga akan luar biasa dirasakan masyarakat Jombang.

        "Misal, satu orang saja membelanjakan Rp10 ribu per hari, jika dikalikan keseluruhan orang yang datang ke Jombang untuk muktamar, hitung saja berapa, ini efek positifnya luar biasa, terlebih jika pelaksanaannya molor," kilahnya.

        Dengan pelaksanaan muktamar ini, Gus Ipul mengharapkan ada perputaran uang di Jombang mencapai Rp50-100 miliar atau bahkan lebih, sehingga meningkatkan juga kegiatan perekonomian di Jombang.

        "Harapan kita mungkin segitu, tapi bisa juga lebih, terlebih jika molor ini kan berkah juga dibalik muktamar," ucapnya.

        Dari pantauan Antara, panitia pelaksanaan Muktamar NU juga mempersiapkan berbagai lokasi untuk berkegiatan selama muktamar yang dijadwalkan berlangsung dari Tanggal 1-5 Agustus 2015 tersebut.

        Tempat berkegiatan tersebut digunakan sebagai lokasi yang bisa dikunjungi oleh peserta muktamar atau masyarakat selain tempat sidang pleno ada juga bazar, pameran dan juga hiburan musik religi serta shalawat.

        "Sedangkan di pondok pesantren juga ada bazar dan diskusi. Saya harap muktamar NU bisa dinikmati semua kalangan sehingga efek positif muktamar bisa dirasakan oleh semua pihak," kata dia. (*)

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor :
Copyright © ANTARA 2024