Pekanbaru, (Antara) - Konferensi Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia di Kota Pekanbaru, Sabtu, terpaksa bubar tanpa hasil akibat munculnya aksi ratusan massa yang mengaku berasal dari Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) versi Ketua Said Sihaloho.


Konferda KSPSI Riau tersebut bahkan belum sempat dibuka oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat KSPSI, Yorrys Raweyai. Sebabnya, massa dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) langsung meminta agar Yorrys yang saat itu sedang berpidator di podium untuk turun, dan membubarkan Konferda.  


Wakil Ketua SPTI Riau versi Saud yang juga mengaku Wakil Ketua KSPSI Riau, Hotlan Gultom mengatakan, tujuan pembubaran  karena Konferda seharusnya baru bisa digelar setelah masalah internal orgnisasi diselesaikan. Internal KSPSI awalnya sepakat untuk menyelesaikan masalah internal itu hingga batas waktu 30 April, namun hasilnya tidak jelas sampai sekarang.


Selain itu, ia mengatakan Konferda tidak sah karena SPTI sebagai anggota dari serikat pekerja tidak dilibatkan dalam panitia dan tidak diberitahu perihal penyelenggaraan Konferda.


"Hermansyah (Ketua KSPSI Riau) dan Ketua SPTI versi Nursal Tanjung buat kebijakan sendiri. Kami tak terima, bentuk panitiapun kami tidak dipanggil..setelah lihat di bandara siapa ini kk ada konferda," katanya usai membubarkan konferda.


SPTI Riau sebagai salah satu anggota KSPSI sendiri masih belum selesai rekonsiliasi antara Nursal dan Said. Oleh karena itu dia menilai konferda belum bisa dilakukan. Dia menyatakan organisasi harus ada unitnya. Oleh karena itu tidak bisa kebijakannya dari atas ke bawah.


Oleh karena itu dia minta penjelasan terkait penyelesaian dualisme yang belum selesai di SPTI Riau. Secara struktural, kata dia, dia menghormati Yorrys sebagai ketua umum hasil rekonsiliasi, namun diminta pengertian bahwa masalah di daerah belum selesai.


"Secara de facto kamilah orang di lapangan. Kami sudah ada sejak 1968, jadi hasilnya bubar, konferda tidak diadakan lagi," sambungnya. 

     

Ratusan massa secara tiba-tiba mengepung Gedung Pertemuan Balai Serindit di Kediaman Rumah Dinas Gubernur Riau yang menjadi lokasi Konferda KSPSI Riau.


Massa berteriak "bubarkan konferda" dan "Suruh keluar Yorrys, jangan merusak di Riau ini", dan juga menyebut-nyebut nama "Nursal Tanjung" untuk dikeluarkan. Sementara itu, Yorrys yang sedang menyampaikan sambutan awalnya mengatakan awalnya meminta massa di dalam tenang.


Akan tetapi, setelah suara massa semakin keras terdengar, Yorrys akhirnya diamankan keluar bersama dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. Plt Gubernur saat itu hadir namun belum sempat menyampaikan kata sambutan.


Massa sendiri di luar terus berteriak dengan menyebut nama Yorrys dan Nursal Tanjung. Massa juga merobohkan ucapan selamat atas kongres yang berjejer di jalan masuk menjelang Kediaman Gubernur Riau.


Aparat Kepolisian tampak berjaga dan tidak membiarkan massa masuk ke ruang Konferda. Sedangkan konferda seketika terhenti begitu saja. Massa ahirnya membubarkan diri setelah polisi memastikan bahwa kegiatan telah bubar karena tak ada lagi orang di dalam. (*)