Simpang Ampek, (Antara) - Ketua Harian Partai Golkar Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Daliyus K membantah keras dengan pemberitaan sejumlah media yang menyebutkan dia bersaksi pada sidang Mahkamah Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (25/2). "Saya tidak hadir dan tidak diundang. Tetapi kenapa dalam pemberitaan nama saya yang muncul bersaksi," tegas Ketua DPRD Pasaman Barat di Simpang Ampek, Kamis. Ia merasa terkejut dengan pemberitaan tersebut karena tidak hadir saat sidang Mahkamah Partai Golkar dan saat itu sedang berada di Padang. "Kok dalam pemberitaan nama saya yang muncul. Inikan aneh dan saya sangat keberatan," ujar Ketua Harian Partai Golkar ini. Ia menyebutkan saat munas di Bali dan Ancol Jakarta ia tidak diundang karena yang dapat undangan adalah Ketua Golkar Pasaman Barat, Hasbi Sani dan Sekretaris, Desmawati. Namun, di sejumlah media online nasional dan media cetak nasional nama Daliyus K muncul bersaksi pada sidang Mahkamah Partai Golkar. Bahkan mendapat tertawaan dari peserta sidang. "Inikan buat malu saya, padahal yang bersaksi itu bukan Daliyus K. Tetapi kenapa nama saya yang muncul," tegasnya. Seperti pemberitaan disejumlah media online nasional dan media cetak nasional, nama Daliyus K muncul sebagai saksi dari kubu Aburizal Bakrie (Ical). Ia mengklim tidak pernah diundang dan hadir di sidang Mahmakah Partai Golkar tersebut pada Rabu (25/2). "Ini sudah buat malu saya karena dalam pemerintaan itu peserta sidang mentertawakan kesaksiannya. Padahal Daliyus K tidak pernah hadir dalam persidangan," tegasnya. Sementara itu Ketua DPW Partai Golkar Sumbar, Hendra Irwan Rahim saat dikonfirmasi melalui telephone genggam, Rabu (26/2) sore mengatakan bahwa yang hadir sebagai saksi pada sidang Mahkamah Golkat tersebut adalah Ketua DPD Golkar Pasaman Barat, Hasbi Sani bukan Daliyus K. "Bahkan yang hadir munas di Bali dan di Ancol Jakarta juga Hasbi Sani," ujarnya. (*/alt)