Wapres: Siapa Pun Ketum Golkar harus Didukung
Kamis, 26 Februari 2015 15:22 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Antara)
Ambon, (Antara) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan siapa pun ketua umum Partai Golkar setelah diputuskan mahkamah partai tersebut harus didukung dan diterima karena bagaimanapun juga dua kubu yang berseteru harus islah.
"Keputusan Mahkamah Partai Golkar kan minggu depan, jadi kita tunggu saja. Siapa pun yang diputuskan menang harus diterima," kata Jusuf Kalla di Ambon, Maluku, Kamis.
Jusuf Kalla berada di Ambon untuk membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2015.
Dikatakan Wapres dirinya mempercayakan Mahkamah Partai Golkar untuk memilih yang terbaik dan meminta kepada semua pihak agar siapa pun yang menang agar diterima.
Pemerintah, katanya, saat ini hanya dalam posisi menunggu keputusan Mahkamah Partai Golkar yang rencananya akan diputuskan pemenangnya pada pekan depan.
"Kita tunggu sajalah keputusan minggu depan. Kita tunggu saja ya," kata Kalla.
Mahkamah Partai Golkar akan memutuskan perselisihan dualisme kepemimpinan di internal partai itu pada pekan depan, kata Ketua MPG Muladi.
"Kami akan putuskan pekan depan, kami ambil putusan terbaik untuk kita semua," kata Muladi dalam Sidang Mahkamah Partai Golkar di Gedung DPP Partai Golkar di Jakarta, Rabu (25/2).
Dia mengatakan MPG akan mengkaji semua bukti dan fakta yang diberikan pihak pemohon maupun termohon lalu kemudian diambil keputusan.
Menurut dia masing-masing pihak diminta memperbaiki bukti-bukti karena disebutkan, namun tidak ada fisiknya.
"Kalau bisa diperbaiki, saya minta contact person masing-masing untuk diserahkan ke panitera agar bisa diberitahu kalau ada sesuatu yang bisa disampaikan," ujarnya.
Muladi mengatakan dirinya sangat senang karena sidang MPG ketiga yang diperkirakan akan terjadi "pertempuran", namun ternyata berlangsung santun dan ramai.
Anggota MPG Andi Mattalata mengatakan hal yang disidangkan mahkamah partai merupakan perselisihan internal yang prosesnya sudah dilalui dari awal hingga akhir.
Dia mengatakan bisa saja muncul ilham baik dari pemohon dan termohon untuk menempuh jalan kekeluargaan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI: Metode transaksi Indonesia lebih maju dari Amerika Serikat-Jepang
25 November 2023 5:02 WIB, 2023
Jika terminal kotor dan banyak preman siapa yang mau naik bus, kata Jokowi
09 February 2023 14:27 WIB, 2023
Gunakan PLN Mobile terus, siapa tahu menang undian mobil listrik pekan ini
27 January 2023 8:29 WIB, 2023
Disnaker Pasaman Barat bakal gelar delapan paket pelatihan di BLK, Ayo siapa yang minat?
17 January 2023 15:07 WIB, 2023
Menpora persilakan siapa saja yang ingin maju jadi Ketum di KLB PSSI
09 January 2023 11:58 WIB, 2023
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018