Davao, Mindanao, (ANTARA) - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mendarat menggunakan pesawat carteran di Bandara Davao, Mindanao, Filipina Selatan pada Sabtu pukul 09.10 waktu setempat untuk menyerahkan bantuan kepada korban topan Bopha.
Menko Kesra Agung Laksono akan kembali menyerahkan bantuan dari pemerintah Indonesia berupa 2.500 selimut, 2.500 lembar terpal dan 2.000 ton beras dari Gudang Bulog Manado.
"Pengiriman 2.000 ton beras itu tidak akan mengganggu pasokan dan cadangan beras Sulawesi Utara dan nasional, karena Bulog Manado masih memiliki stok 50 ribu ton," kata Agung Laksono.
Namun, karena di Manado masih suasana Natal dan tahun baru, buruh yang akan mengangkut beras dari gudang Bulog ke kapal masih libur. Setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan TNI, maka akhirnya beras tersebut akan diangkut oleh dua kompi personel dari Korem 131 Santiago.
"Bantuan itu akan dikirim menggunakan KRI Teluk Banten dan ditargetkan sudah sampai ke Davao, Filipina sebelum 1 Januari 2013," katanya.
Sementara itu, bantuan yang akan diserahkan secara simbolik adalah 100 kilogram selimut, 100 kilogram terpal, 100 bahan makanan tambahan bayi dan 200 kilogram obat-obatan.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia sudah memberikan bantuan sebesar satu juta dolar Amerika Serikat kepada Pemerintah Filipina yang diserahkan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono saat melakukan latihan gabungan dengan militer Filipina.
Selain Menko Kesra Agung Laksono, rombongan terdiri atas Deputi I Menko Kesra Willem Rampangilei, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, Sekjen Palang Merah Indonesia Budi Atmadi Adiputro, Direktur Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Tri Budiarto, Asisten Deputi Urusan Bencana Kemenko Kesra Togap Simangunsong, dan Kepala Biro Informasi dan Persidangan Kemenko Kesra Safri Burhanuddin.
Delapan provinsi di wilayah Palawan dan Mindanao, Filipina dilanda bencana topan Bopha pada 4 Desember 2012. Titik topan yang berada di 70 kilometer sebelah selatan Tagbiliran City menerjang 207 kota dengan kekuatan 160 kilometer per jam.
Populasi yang terkena dampak dari topan Bopha mencapai 394.778 kepala keluarga atau 1.765.710 jiwa. Data dari National Disaster Risk Reduction Management Council (NDRRMC) per 17 Desember 2012 mencatat 648 jiwa meninggal, 3.227 jiwa luka-luka dan 569 jiwa hilang.
Sebanyak 5.526 kepala keluarga atau 27.108 jiwa saat ini dievakuasi dan ditampung di 110 penampungan darurat.
Topan itu telah mengakibatkan 32.606 rumah rusak berat dan 47.766 rumah rusak sedang dan ringan. Sedangkan fasilitas umum yang rusak berat antara lain 12 jembatan dan empat jalan. Total kerugian akibat kejadian itu mencapai 413 juta dolar Amerika. (*/sun)