Ibas: Demokrat Pantau Perkembangan KPK-Polri
Senin, 26 Januari 2015 8:30 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan partainya terus mengikuti perkembangan situasi politik, terutama kemelut yang terjadi antara jajaran Polri dan KPK dengan segala dinamika dan implikasinya.
"Perkembangan situasi yang terjadi memang tidak menguntungkan bagi terjaganya iklim penegakan, hukum khususnya pemberantasan korupsi," kata Ibas, panggilan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono, di Jakarta, Senin.
Hal itu, menurut Ibas, karena justru dua institusi penting yang berperan untuk pemberantasan korupsi tersebut terlibat dalam perselisihan, meskipun tidak secara resmi mengatasnamakan institusi masing-masing.
Dia mengatakan bahwa meskipun seolah tidak ada kaitannya, masyarakat mengetahui bahwa ada ketegangan dan benturan antara Polri dan KPK.
"Ini tidak terlepas dari ditetapkannya Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK, dan juga ditetapkannya komisioner KPK Bambang Widjojanto, sebagai tersangka oleh Polri," kata dia.
Dia menjelaskan situasi menjadi semakin panas karena para aktivis pemberantasan korupsi dan unsur masyarakat juga melakukan aksi dukungan terhadap KPK dan mendesak perlunya dijamin keberlanjutan pemberantasan korupsi pada umumnya.
Sementara itu, menurut dia, Partai Demokrat menyimak bahwa penjelasan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor tanggal 23 Januari 2015 yang lalu oleh publik dinilai belum sungguh-sungguh menyelesaikan masalah yang ada.
"Partai Demokrat mengimbau dan mengajak semua pihak untuk bisa menahan diri dan tidak melakukan sesuatu yang terlalu jauh atau melebihi kepatutannya," katanya.
Menurut dia hal itu agar tidak mengganggu stabilitas politik serta keamanan dan ketertiban publik yang amat penting kita jaga dan tegakkan.
Selain itu, ujar Ibas, dalam keadaan seperti ini, kearifan dari para penguasa dan pejabat pemerintahan sungguh diharapkan, termasuk dalam memberikan pernyataan sehingga justru tidak semakin menambah keruhnya keadaan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR RI Mulyadi minta pemerintah tetapkan status darurat nasional untuk bencana Sumatera
29 November 2025 6:40 WIB
Partai Demokrat Pasaman bentuk tim pemberdayaan disabilitas, fakir miskin dan anak yatim
30 September 2025 17:51 WIB
Pemkab Pasaman salurkan dana hibah Parpol Rp1,1 miliar untuk pendidikan politik
23 September 2025 11:37 WIB
Partai Demokrat Pasaman sembelih hewan Qurban, Sabar AS: Qurban merajut kebersamaan
08 June 2025 20:11 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018