Harapan Baru Desa Taratak Bancah
Selasa, 27 April 2010 10:49 WIB
Harapan baru mulai muncul di Desa Taratak Bancah Kota Sawahlunto. Seiring dengan rencana tambang tembaga yang mulai terngiang di telinga masyarakat setempat.
Desa yang berada di Kecamatan Silungkang 'Kota Arang' itu, selama ini merupakan bagian daerah yang belum terjangkau layanan listrik, termasuk aliran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), apalagi telepon dan internet.
Selama ini dengan mengandalkan genset serta subsidi bahan bakar dari Pemerintah Kota Sawahlunto, Taratak Bancah hanya mengenyam cahaya lampu selama empat jam menjelang malam, dan dua jam ketika pagi datang.
Anak-anak sekolah di kawasan yang dihuni lebih kurang 500 jiwa itu, harus belajar di kala siang, atau menggunakan lampu ‘togok’ ketika malam menjelang. Aliran listrik masih menjadi impian yang sangat diharapkan.
Kondisi geografis sangat menghukum Desa Taratak Bancah, selain berliku, kawasan yang dipimpin Kepala Desa, Jamidin itu juga dipisah-pisahkan aliran air dan lembah. Jarak rumah di kawasan itu juga terpisah satu sama lainnya, hingga ratusan meter.
Rencana tambang tembaga yang saat ini telah beranjak pada tahap eksplorasi akhir, menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat. Masuknya perusahaan besar yang akan beroperasi puluhan tahun itu, akan memberikan rona baru bagi wajah perawan Taratak Bancah.
Rona baru yang akan membawa berbagai fasilitas kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas pekerjaan mereka sehari-hari.
Mimpi-mimpi akan mengalirnya listrik, PDAM, dan telepon, yang mengantarkan banyak kemudahan bagi masyarakat dalam mengetahui begitu lebarnya dunia ini.
“Harapan besar kami tersandar kepada perusahaan yang akan masuk ke desa ini. Perusahaan yang akan memberikan kecerahan bagi kami di sini,” ujar Jamidin kepada antara-sumbar.com.
Namun dari beberapa informasi yang beredar, perusahaan tambang tembaga hanya akan memberikan pemasukan bagi pemilik kawasan sebesar Rp25 ribu untuk setiap ton tembaga yang berhasil diraup dari perut bumi tanah Taratak Bancah.
Pemasukan yang diberikan dalam bentuk fee itu, tampaknya perlu dikaji ulang, meski pun perusahaan yang datang akan memberikan perubahan besar dan peluang kerja yang sangat lapang, tentu tidak akan seimbang dengan potensi yang akan didapatkan perusahaan. (*/wij)
Pewarta : Fadila Jusman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rumah makan legendaris Simpang Raya Bukittinggi buka cabang baru di Simpang Taluak
12 March 2026 12:55 WIB
Langkah baru, semangat baru: Pengarahan PPPK yang akan mengemban tugas di satuan kerja baru
06 March 2026 14:07 WIB
Danantara dorong penguatan aspek keselamatan transportasi di Koto Baru (Video)
19 February 2026 11:50 WIB