Anas Urbaningrum Ucapkan Selamat kepada Jokowi
Senin, 20 Oktober 2014 15:31 WIB
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengucapkan selamat atas pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pasangan presiden dan wikl presiden Republik Indonesia.
"Selamat memulai kerja besar untuk rakyat Indonesia. Semoga hari ini menjadi awal yang baik," kata Anas dalam pernyataan tertulis yang disampaikan oleh pengacara Anas, Handika Honggowongso di gedung KPK Jakarta, Senin.
Anas yang sudah divonis 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan dalam kasus tindak pidana korupsi penerimaan hadiah dari sejumlah proyek-proyek pemerintah dan tindak pidana pencucian uang itu ditahan di rumah tahanan (rutan) KPK di basement gedung KPK.
Anas juga berharap Jokowi dan Jusuf Kalla dapat menjadikan masyarakat lebih sejahtera.
"Berharap benar-benar bisa menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia dan berhasil memajukan perikehidupan rakyat menjadi lebih sejahtera dan bermartabat," ungkap Anas.
Selanjutnya ia berpesan agar tidak tergoda untuk menggunakan aparat hukum untuk kepentingan pribadi.
"Menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana, tidak tergoda untuk menggunakan aparat hukum dan keamanan untuk kepentingan politik dan kekuasaan," tambah Anas.
Anas berharap agar keduanya tetap kompak hingga selesai bertugas lima tahun lagi.
"Presiden dan wapres bisa kompak bekerja keras sampai selesai emban amanah 2019. Tidak retak dan konflik di tengah jalan," ungkap Anas.
Terakhir, Anas berpesan agar berhati-hati terhadap kemungkinan adanya gangguan dari dalam pemerintahan.
"Perlu berhati-hati terhadap kemungkinan hadirnya sengkuni di lingkarannya," tegas Anas.
Anas Urbaningrum sempat menulis di status atau BlackBerry Messenger-nya "Politik Para Sengkuni" pasca elektabilitas Demokrat yang anjlok dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Februari 2014 lalu.
Sengkuni adalah salah satu karakter terkenal dalam wayang dengan lakon Mahabarata. Dia adalah patih di Astina, sebuah negara yang diperintah oleh Kurawa.
Karakter fisik Sengkuni digambarkan berbadan kurus dengan muka tirus dan cara bicara yang lemah tapi menjengkelkan. Sengkuni juga digambarkan memiliki watak yang licik, senang menipu, menghasut, memfitnah, dan munafik, artinya Sengkuni adalah gambaran tentang orang yang ingin orang lain celaka.
Anas memang tidak pernah mengungkapkan siapa Sengkuni yang ia maksudkan, tapi Anas berkali-kali menyatakan bahwa kasus yang menyeretnya itu bermuatan politis. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Solidaritas PKN untuk Sumbar: Kunjungan Anas Urbaningrum ringankan beban warga terdampak
10 December 2025 15:33 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018