Lubukbasung, (Antara) - Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Agam menurunkan ribuan kader dan simpatisan untuk mengawal pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014. Ketua DPD PAN Kabupaten Agam Syahmendra Putra di Lubukbasung, Senin, mengatakan ribuan kader dan simpatisan ini akan mengawal pemilihan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan di lokasi tempat tinggal mereka. "Mereka yang kita turunkan ini merupakan kader dan simpatisan militan yang dimiliki DPD PAN Kabupaten Agam," kata Syahmendra Putra saat buka bersama dan silaturahmi dengan kader di kantor DPD PAN Kabupaten Agam. Apabila ditemukan kecurangan atau politik uang, ia meminta kepada kader dan simpatisan untuk melaporkan temuan ini ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kecamatan dan Panwaslu Kabupaten Agam. DPD PAN Kabupaten Agam, katanya, siap mengawal kasus ini sampai selesai di Panwaslu Kabupaten Agam sampai ke Banwaslu Provinsi Sumbar. "Kita juga menyiapkan pengacara untuk menindak lanjuti kasus ini sampai selesai," katanya. Selain menurunkan kader, pelaksanaan Pilpres nanti juga dipantau oleh saksi-saksi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 9 April 2014. Lalu oleh kader partai pendukung Prabowo-Hatta yakni Partai Gerindra, Golkar, PKS, PPP, PBB dan Demokrat. "Khusus untuk saksi di 1.134 Tempat Pemungutan Suara (TPS), sudah diandel oleh kader PKS," katanya. Dengan cara ini, ia optimis pasangan nomor urut satu ini memperoleh sebanyak 80 persen suara di Kabupaten Agam. Ini sesuai dengan target yang ditentukan. Buka Bersama dan Silaturahmi Kegiatan buka bersama dan silaturahmi yang dihadiri oleh pengurus DPD PAN Kabupaten Agam, Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Kabupaten Agam, Ranting PAN di 16 kecamatan, kader, simpatisan dan lainnya ini merupakan agenda tahunan. "Kegiatan ini setiap Ramadhan kita adakan untuk menjalin silaturahmi antara pengurus, kader dan simpatisan," katanya. Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti oleh dua pasang kandidat, yaitu Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Prabowo-Hatta didukung oleh Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS, Golkar, dan PBB, sedangkan Jokowi-JK didukung oleh PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Hanura, dan PKPI. (*/ari)