Pemerintah turunkan komisi tarif ojek daring
- 8 jam lalu
Pekerja menunjukkan Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Desa Megawon, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (9/6/2022). Pengusaha rokok kecil atau rokok golongan tiga setempat mengatakan setelah terpuruk dan produksi rokok turun hingga 75 persen akibat pandemi COVID-19, saat ini industri rokok kecil mulai bergeliat dengan ditandai meningkatnya permintaan pasar dan produksi naik hingga 5 persen atau mencapai 120.000 batang rokok per hari. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa. Geliat-Industri-Rokok-Kecil-Di-Kudus-090622-yn-5.jpg | 4288 x 2848 px | 2 Mb | 09-06-2022 17:40 WIB Pekerja menunjukkan Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Desa Megawon, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (9/6/2022). Pengusaha rokok kecil atau rokok golongan tiga setempat mengatakan setelah terpuruk dan produksi rokok turun hingga 75 persen akibat pandemi COVID-19, saat ini industri rokok kecil mulai bergeliat dengan ditandai meningkatnya permintaan pasar dan produksi naik hingga 5 persen atau mencapai 120.000 batang rokok per hari. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa. Geliat-Industri-Rokok-Kecil-Di-Kudus-090622-yn-5.jpg | 4288 x 2848 px | 2 Mb | 09-06-2022 17:40 WIB Pekerja menunjukkan Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Desa Megawon, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (9/6/2022). Pengusaha rokok kecil atau rokok golongan tiga setempat mengatakan setelah terpuruk dan produksi rokok turun hingga 75 persen akibat pandemi COVID-19, saat ini industri rokok kecil mulai bergeliat dengan ditandai meningkatnya permintaan pasar dan produksi naik hingga 5 persen atau mencapai 120.000 batang rokok per hari. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa.