Logo Header Antaranews Sumbar

Diplomat: 50 Negara Tertarik Bahas GNB dengan Menlu Iran

Rabu, 28 Mei 2014 18:19 WIB
Image Print

Teheran, (Antara/IRNA-0ANA) - Lima puluh negara telah menyuarakan pentingnya melakukan pembahasan dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di sela-sela konferensi tingkat menteri luar negeri ke-17 Gerakan Non-Blok (GNB) yang akan diadakan di ibu kota Aljazair, Aljir. Berbicara eksklusif dengan IRNA, Duta Besar Iran untuk Aljir, Mahmoud Mohammadi, mengatakan Teheran sedang melakukan persiapan awal untuk mengatur pertemuan itu. Mohammadi mencatat bahwa Iran, sebagai ketua bergilir GNB, akan berperan aktif selama konferensi empat hari itu. Duta besar lebih jauh menunjuk jadwal Zarif selama konferensi dan mengatakan ia akan berpartisipasi dalam rapat gabungan antara GNB dan Kelompok 77, berdasarkan undangan yang ia terima dari rekan Aljazair. Pertemuan kelompok yang mencakup banyak negara berkembang itu akan fokus pada isu-isu seperti perdamaian, pembangunan berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan dengan tujuan memperkuat pertemuan GNB. Adapun hubungan Tehran-Aljir, ia menyebut Aljazair sebagai negara penting di dunia Islam yang berbagi banyak pandangan sama dengan Iran dalam topik kebijakan luar negeri, dan mengatakan Aljazair selalu sensitif terhadap hak-hak bangsa. Mohammadi lebih lanjut mencatat, bahwa Aljazair adalah pendukung bangsa tertindas Palestina, dan mencatat bahwa negara itu tidak punya hubungan dengan rezim Zionis. Duta besar Iran untuk Aljazair menekankan bahwa pertemuan GNB di Aljir, dan pertemuan bilateral berikutnya antara Zarif dan timpalannya dari Aljazair, bisa berfungsi sebagai langkah yang segar menuju lebih memperluas hubungan timbal balik. Sekitar 119 negara akan menghadiri konferensi di tingkat menteri atau wakil menteri, kata diplomat itu menambahkan. GNB, yang terdiri dari 120 negara dan 20 negara pengamat, berfokus terutama pada isu-isu yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi dan sosial, demokrasi, pelucutan senjata dan perdamaian. Pemimpin GNB, dalam KTT ke-16 yang diselenggarakan di Teheran 26-31 Agustus 2012 menyatakan keprihatinan tentang pemerintahan despotik masyarakat internasional oleh para anggota berhak veto Dewan Keamanan PBB. GNB, didirikan bermula dari sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika yang diselenggarakan di Bandung, Indonesia, pada tahun 1955. Di sana, negara-negara yang tidak berpihak pada blok tertentu mendeklarasikan keinginan mereka untuk tidak terlibat dalam konfrontasi ideologi Barat-Timur. Pendiri gerakan ini adalah lima pemimpin dunia: Josip Broz Tito (presiden Yugoslavia), Soekarno (presiden Indonesia), Gamal Abdul Nasser (presiden Mesir), Pandit Jawaharlal Nehru (perdana menteri India), dan Kwame Nkrumah (presiden Ghana). (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026