Logo Header Antaranews Sumbar

Tornado Langka Tewaskan Tiga Orang di Selandia Baru

Kamis, 6 Desember 2012 12:12 WIB
Image Print

Wellington, (ANTARA/Reuters) - Tiga orang tewas danbeberapa terluka setelah badai langka, yang disebut para saksi mata sebagai "tornado mini" menghantam kota terbesar Selandia Baru Auckland Kamis, menumbangkan pohon-pohon dan mengoyak puing-puing satu lokasi konstruksi. Tornado, didorong oleh sel badai kuat, merobek lembaran-lembaran beton situs bangunan dan menjatuhkan mereka ke satu truk, menewaskan dua orang di dalamnya, kata seorang juru bicara dinas pemadam kebakaran. Tim-tim penyelamat sedang mencari para pekerja yang dianggap terjebak di satu situs sekolah di bawah blok-blok beton yang jatuh menimpa di pinggiran Hobsonville, Auckland barat, kata laporan The New Zealand Herald. Rincian tentang kematian ketiga orang itu tidak segera tersedia. Setidaknya tujuh orang cedera dalam badai tersebut dan dikirim kerumah sakit. "Saya melihat badai itu datang melintasi sungai, udara berjalan sangat cepat dan langit menjadi hitam. Dan kemudian angin mulaibersiul. Ini adalah seperti raksasa menderu lewat sini," kata saksi Suzanne McFadden mengatakan kepada radio Newstalk ZB Selandia Baru. Hobsonville adalah satu lokasi di pusat kota baru di dekat Auckland, yang merupakan rumah bagi 1,3 juta orang, atau kira-kira sepertiga dari penduduk Selandia Baru. Personel militer pergi dari pintu ke pintu di daerah ituuntuk memeriksa apakah masih banyak orang yang terjebak dan pihak berwenang memperingatkan cuaca lebih parah akan datang pada Kamis. Selandia Baru telah dilanda beberapa bencana alam dalambeberapa tahun terakhir, termasuk gempa berkekuatan 6,3 skala Richter yang melanda selatan kota Christchurch pada tahun 2011, menewaskan 185 orang. Tornado lain di Auckland Mei lalu menewaskan satu orang. Gempa Christchurch menyebabkan kerusakan senilai 15 miliar dolar Selandia Baru untuk asuransi, sehingga menjadikan sebagai bencana alam termahal di negara itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026