
Pemkab Pasaman Barat targetkan produksi jagung 213.910 ton selama 2026

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menargetkan produksi jagung di daerah itu selama 2026 mencapai 213.910 ton yang tersebar di 11 kecamatan.
"Target yang kita tetapkan hampir sama sama dengan produksi tahun lalu yang sempat dilanda bencana alam pada akhir November 2025," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Rabu.
Menurutnya untuk mencapai target itu pihaknya akan melakukan sejumlah upaya diantaranya pemberian bantuan sarana produksi pertanian berupa benih, pupuk, dan obat-obatan melalui dana APBN, bantuan pupuk bersubsidi dan menambah luas tanam jagung
Lalu memberdayakan penyuluh dengan memberikan sosialisasi mengenai tanaman jagung.
"Melalui penyuluh, petani selalu diingatkan jangan memakai benih yang harganya murah dan tidak jelas dari mana produksinya. Jika salah memilih benih maka tanam jagung akan mudah terserang penyakit dan hasil sedikit," katanya.
Selain itu pihaknya juga bekerja sama dengan pihak kepolisian yang melakukan gerakan tanam jagung di sejumlah lahan yang ada dalam mendukung program ketahanan pangan.
Di 11 kecamatan yang ada tanaman jagung tetap menjadi pilihan bagi masyarakat.
Dari 11 kecamatan itu, produksi yang menjadi tertinggi berada di Kecamatan Luhak Nan Duo, disusul oleh Kecamatan Pasaman dan Kecamatan Talamau.
"Pada umumnya tanaman jagung cukup diminati oleh masyarakat karena harganya relatif stabil," ujarnya.
Ia menjelaskan Pasaman Barat menjadi salah satu sentra penghasil jagung terbesar di Sumbar.
"Pernah menjadi penyumbang jagung terbesar mencapai 60 persen beberapa tahun yang lalu," katanya.
Ia menambahkan tanaman jagung bisa menjadi tanaman alternatif para petani karena masa panen relatif singkat, bisa empat atau enam bulan dengan harga yang relatif bertahan.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
