Logo Header Antaranews Sumbar

Pemberontak Suriah Ledakkan Terowongan Bom di Bawah Pangkalan Militer

Kamis, 15 Mei 2014 08:38 WIB
Image Print

Beirut, (Antara/AFP) - Para gerilyawan meledakkan bom yang ditanam di satu terowongan di bawah pangkalan tentara yang berbasis di barat laut Idlib, Rabu, menewaskan atau melukai puluhan orang, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Kelompok LSM yang berbasis di Inggris itu mengatakan bahan peledak meledakkan sebuah pos pemeriksaan di dalam pangkalan militer Wadi Deif, yang menentang para pejuang oposisi yang berusaha untuk menangkapnya lebih dari setahun. Video yang disiarkan secara online menunjukkan ledakan besar melemparkan puing-puing dan tanah puluhan meter ke udara. Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman, mengatakan tidak ada korban yang secara persis dalam serangan, tetapi itu "puluhan tentara tewas atau terluka." Front Islam, sebuah koalisi kelompok pemberontak, mengaku sebagai pelaku serangan dalam sebuah pernyataan. "Para pahlawan dari Front Islam, dalam koordinasi dengan Brigade Furqan, telah meledakkan pangkalan Wadi Deif ... setelah menggali terowongan 860 meter dilengkapi dengan 60 ton bahan peledak," katanya. Wadi Deif adalah salah satu benteng rezim terakhir yang tersisa di Provinsi Idlib, bersamaan dengan pangkalan militer Hamadiyeh di dekatnya, yang juga berada di bawah serangan pemberontak. Pekan lalu, detidaknya 30 tentara Suriah tewas dalam serangan serupa yang melibatkan bahan peledak yng ditanam di dalam terowongan di bawah sebuah pos pemeriksaan dekat Wadi Deif. Pemberontak mengatakan kepada AFP saat terowongan telah mencapai 50 hari untuk penggaliannya. Para pejuang oposisi telah menggunakan taktik yang sama juga terhadap fasilitas yang digunakan oleh pasukan rezim di Provinsi Utara Aleppo. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026