Logo Header Antaranews Sumbar

Prancis Segera Latih Polisi Libya

Rabu, 14 Mei 2014 14:42 WIB
Image Print

Paris, (Antara/Reuters) - Prancis, Selasa, mengatakan mulai melatih polisi Libya dalam beberapa pekan mendatang, lebih dari satu tahun setelah menyatakan janji membantu pemulihan keamanan di negara Afrika Utara itu. Paris mengkhawatirkan keadaan di Libya, negara penghasil minyak, yang lebih dari dua setengah tahun setelah Muammar Gaddafi terguling berjuang mengendalikan kekerasan milisi dengan gerilyawan garis keras. Paris pada Februari 2013 setuju untuk pada awalnya melatih 1.000 polisi Libya dalam bidang kontraterorisme dan 1.500 polisi lagi setelahnya. Namun, dengan dilumpuhkannya parlemen Libya oleh lawan-lawanya serta pasukan bekas pemberontak yang memiliki persenjataan lengkap, negara Barat merasa enggan mencampuri situasi politik dalam negeri Libya. "Pelatihan ini akan dimulai. Kami sedang mempelajari permintaan-permintaan tambahan dari Libya," kata juru bicara kementerian luar negeri Prancis Romain Nadal kepada para wartawan. Pejabat Prancis mengatakan bahwa pelatihan, yang sebenarnya dijadwalkan untuk dimulai pada Maret itu, mengalami penundaan karena Tripoli tidak menyediakan jaminan keuangan untuk membayar misi itu. Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian mengatakan pada April lalu bahwa pelatihan tidak bisa dimulai karena tidak memiliki cukup sukarelawan Libya. "Mereka meminta pelatihan yang lebih rinci dan teknis dalam beberapa aspek dan kami menyesuaikan terhadapnya," kata Nadal tanpa mengatakan siapa yang akan membayar misi tersebut. Prancis juga berencana mengerahkan 3.000 pasukan, yang saat ini berada di Mali, ke wilayah Sahel di tepian selatan Gurun Shara untuk memerangi gerakan gerilyawan Islam, termasuk markas baru di Chad sebelah utara. Serangan yang dilancarkan Prancis tahun lalu berhasil mendepak para pemberontak Islamis dari Mali utara. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026