
Misi PBB Laporkan Bentrokan di Berbagai Bagian Sudan Selatan

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) melaporkan pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak di beberapa bagian Sudan Selatan pada akhir pekan lalu, kata seorang juru bicara PBB di Markas PBB, New York. "Di Negara Bagian Unity, Bentiu, Misi tersebut melaporkan pertempuran sengit antara Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA) dan prajurit oposisi, termasuk di sekitar pangkalan PBB di sana, tempat sebanyak 23.000 warga sipil yang meninggalkan tempat tinggal mereka kini dilindungi," kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq dalam taklimat harian di Markas PBB. Seorang anak perempuan yang berusia empat tahun dan mencari tempat perlindungan telah meninggal akibat luka terkena peluru nyasar, kata Haq, yang mengutip laporan Misi itu. Bentrokan sengit antara Tentara Pembebasan Rakyat Sudan dan pasukan oposisi juga dilaporkan terjadi di Nassir di Negara Bagian Upper Nile pada Ahad (4/5), kata Haq, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa. "Misi tersebut melaporkan penggunaan tank dan bom mortir, dan beberapa bom mendarat di dekat pangkalan UNMISS di sana. Pertempuran juga dilaporkan berkecamuk di Renk pada Ahad." Di Ibu Kota Sudan Selatan, Juba, bentrokan kecil meletus pada Ahad antara orang dari suku Nuer yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka dan sebagian orang Dinka yang tinggal di luar lokasi perlindungan Rumah PBB, katanya. "Prajurit pemelihara perdamaian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa," katanya. Pada Jumat (2/5), lima pekerja bangunan yang bekerja sebagai kontraktor Dana Anak PBB (UNICEF) untuk membangun ruang belajar sementara buat anak-anak pengungsi di Rumah PBB diserang oleh satu kelompok orang yang kehilangan tempat tinggal dan melemparkan batu, katanya. "Prajurit militer dan polisi PBB bisa mengendalikan keadaan; namun, kontraktor itu serta seorang perwira polisi PBB, menderita luka ringan," kata Haq. Ketika ditanya mengenai tindakan yang dilakukan oleh prajurit pemelihara perdamaian PBB di Sudan Selatan, Haq mengatakan prajurit pemelihara perdamaian di Bentiu dan Bor telah dipusatkan untuk melindungi warga sipil yang mengungsi di kompleks PBB di sana. Pertempuran di Sudan Selatan meletus pada Desember lalu, ketika bentrokan terjadi antara prajurit yang setia kepada Presiden Salva Kiir dan tentara yang setia kepada Riek Machar, wakil presiden yang dipecat di negara termuda di dunia tersebut. Kiir menuduh Macher memimpin kudeta terhadap dia, tuduhan yang dibantah oleh Machar. Saat pertempuran meningkt, Machar mulai memimpin pemberontakan melawan Kiir. Konflik itu segera berubah menjadi bentrokan suku antara dua kelompok masyarakat terbesar di Sudan Selatan --Dinka dan Nuer. Kiir adalah orang Dinka, sedangkan Machar berasal dari suku Nuer. Ribuan orang di negeri itu diduga telah tewas dalam pertempuran, dan hampir satu juta orang telah kehilangan tempat tinggal. Berbagai upaya untuk merundingkan kesepakatan perdamaian sejauh ini telah berjalan lambanf. Para pejabat PBB memperingatkan kemungkinan kelaparan dalam beberapa bulan ke depan jika tindakan tidak dilakukan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
