Logo Header Antaranews Sumbar

Media Pemerintah Tiongkok untuk Pertama Kali Terbitkan Foto Istri PM

Senin, 5 Mei 2014 14:46 WIB
Image Print

Beijing, (Antara/Reuters) - Media pemerintah Tiongkok untuk pertama kalinya menerbitkan foto dan data pribadi dari istri Perdana Menteri Li Keqiang, seorang profesor Bahasa Inggris yang telah menerjemahkan beberapa buku tentang sastra Amerika. Kantor berita negara Xinhua, Minggu, menyebutkan bahwa Li menikah dengan Cheng Hong, yang berusia 56 atau 57 tahun. Pasangan itu, yang pada hari Minggu mengawali tur resmi ke Afrika, memiliki satu anak perempuan dan bertemu di Universitas Peking yang elit, kata Xinhua . Keputusan untuk menempatkan Cheng di publik menunjukkan upaya baru Tiongkok untuk menumbuhkan "soft power" dan memoles citranya di panggung internasional. Cheng telah mengajar di Departemen Bahasa Asing Capital University of Economics and Business selama lebih dari 30 tahun, kata Xinhua. Dia mengkhususkan diri dalam pengajaran dan penelitian Bahasa Inggris dan bertanggung jawab atas proyek penelitian tentang "sastra alami dan eco - kritik". Penerbitan data kehidupan Cheng adalah hal yang tidak biasa mengingat para pemimpin Tiongkok pada umumnya menjaga agar rincian kehidupan pribadi mereka tetap menjadi rahasia. Istri mantan Perdana Menteri Wen Jiabao tidak pernah bepergian dengan dia, meskipun istri mantan perdana menteri Li Peng dan Zhu Rongji menemani suami mereka saat melakukan perjalanan, menurut laporan Beijing News, Senin, mengutip seorang mantan pejabat kementerian luar negeri. Istri Presiden Tiongkok Xi Jinping, Peng Liyuan, telah secara tegas mengubah gaya istri para pemimpin Tiongkok, yang selalu bersembunyi dari sorotan sejak 1970-an. Peng, seorang penyanyi terkenal, telah difoto tengah bermain drum baja di Trinidad, berjalan bergandengan tangan dengan putri seorang petani kopi di Kosta Rika dan memotret dengan iPhonenya dalam bayangan reruntuhan Maya di Meksiko . Istri pemimpin Tiongkok biasanya bersikap menjauh dari sorotan merujuk pada kasus Jiang Qing, janda dari pendiri Komunis Tiongkok, Mao Zedong. Jiang adalah pemimpin dari "Kelompok Empat" yang memegang kekuasaan tertinggi selama periode Revolusi Kebudayaan 1966-1976. Dia dijatuhi hukuman mati yang ditangguhkan pada tahun 1981 atas kematian puluhan ribu orang selama periode kekacauan itu. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026