Logo Header Antaranews Sumbar

10 Peziarah Syiah Tewas dalam Serangan di Irak

Minggu, 4 Mei 2014 09:21 WIB
Image Print

Baghdad, (Antara/Xinhua-OANA) - Sepuluh peziarah Syiah tewas dan 29 orang lagi cedera dalam tiga serangan pada Sabtu (3/5), setelah mereka ikut dalam acara keagamaan di Irak Utara. Beberapa pria tak dikenal yang bersenjata menyerang rombongan peziarah Syiah di satu jalan utama di dekat Kota Balad, 80 kilometer di sebelah utara Ibu Kota Irak, Baghdad, menewaskan delapan di antara mereka dan melukai 15 orang lagi, kata satu sumber polisi lokal kepada Xinhua. Di satu jembatan di sebelah utara Balad, beberapa lagi pria tak dikenal yang bersenjata juga melepaskan tembakan ke arah peziarah Syiah, menewaskan satu orang di antara mereka dan melukai lima orang lagi, tambahnya. Seorang peziarah Syiah tewas dan sembilan orang lagi cedera saat beberapa kabupaten di Samarra, 120 kilometer di sebelah utara Baghdad, diserang bom mortir, kata polisi setempat, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi. Para peziarah Syiah tersebut ikut dalam peringatan wafatnya Imam Ali Al-Hadi, salah satu dari 12 imam suci aliran Syiah. Jenazah Imam Ali Al-Hadi dan putranya, Hasa Al-Askari --juga salah satu dari 12 imam suci Syiah, disemayamkan di Masjid Al-Askari di Samarra. Irak saat ini menyaksikan kerusuhan paling buruknya dalam beberapa tahun belakangan. Menurut Misi Bantuan PBB untuk Irak, sebanyak 8.868 orang Irak, termasuk 7.818 warga sipil dan personel polisi sipil, tewas pada 2013, jumlah korban jiwa paling selama bertahun-tahun. Pada Jumat (2/5), hanya beberapa hari setelah pemilihan umum parlemen Irak, serangan di sebelah utara Baghdad, termasuk bom mobil bunuh diri, menewaskan enam orang. Serangan mematikan itu terjadi ketika para pejabat menghitung kertasuara dalam pemilihan umum pada Rabu (30/4), pemilu yang pertama sejak pasukan AS meninggalkan negara itu pada penghujung 2011. Sementara itu gelombang kekerasan yang menewaskan lebih dari 3.000 orang tahun ini meningkat. Dalam insiden paling mematikan pada Jumat, serangan bom mobil bunuh diri di satu jalan raya yang menghubungkan Baghdad dengan Kota Dujail di provinsi Salaheddin menewaskan empat prajurit dan melukai dua orang lagi, kata beberapa pejabat. Sebanyak 1.013 orang --795 warga sipil, 122 prajurit militer dan 96 polisi-- tewas akibat kekerasan di negara itu pada Januari, demikian data resmi yang dihimpun Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan Irak. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026