
Bom Mobil Irak Renggut Nyawa 10 Peziarah Asal Iran

Baquba, Iran, (ANTARA/AFP) - Sebuah bom mobil di kota yang bergolak, di utara Ibu Kota Irak, Baghdad, telah merenggut nyawa 10 orang peziarah asal Iran, pada Jumat, kata pihak berwenang. Peristiwa itu merupakan kekerasan sengit yang paling akhir terjadi dan memicu kekhawatiran terjadi perang mati-matian antar-aliran. Sekitar 30 peziarah lagi terluka dalam serangan yang menghantam bus yang mereka tumpangi saat melewati kota Muqdadiyah, dalam jalur dari perbatasan Iran ke kota suci Syiah, Najaf. Najaf --yang terletak di selatan Bagdad-- merupakan kota tempat situs-situs suci bagi kaum Muslim Syiah. Banyak penganut aliran Syiah yang berziarah ke tempat suci keagamaan sehingga kota tersebut menjadi tulang punggung industri pariwisata Irak, dengan peziarah terbanyak berasal dari Iran. Untuk menyelesaikan perjalanan ziarah di Irak, para peziarah itu biasanya mengunjungi tempat-tempat khusus di Najaf, di dekat Karbala, Bagdad dan Samara --yang terletak di sebelah utara ibu kota Irak. Namun kaum Suni garis keras termasuk yang berkaitan dengan kelompok Al-Qaada memandang para peziarah sebagai "orang murtad" dan menjadikan mereka sebagai sasaran untuk diserang. Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom pada Jumat itu. Serangan di Irak belakangan ini naik tajam, dengan serangan paling mematikan pada Mei lalu sejak 2008, sejak perdebatan politik terjadi terus-menerus dan memberi ruang bagi peningkatan kegiatan kaum fanatik. Telah terjadi peningkatan kekerasan sejak awal tahun, bertepatan dengan meningkatnya ketidakpuasan kaum minoritas Arab Suni --yang melakukan protes sejak akhir Desember. Wakil Perserikatan Bangsa-Bangsa di Irak telah memperingatkan bahwa kekerasan di tempat itu "segera meledak". (*/wij)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
