Logo Header Antaranews Sumbar

KSPI: Buruh Jangan Pilih Capres Pro-Outsourcing

Minggu, 27 April 2014 20:39 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyerukan kepada buruh untuk jangan memilih calon presiden yang berpihak terhadap kebijakan tenaga kerja alih daya (outsourcing) yang dinilai tidak berpihak kepada peningkatan kesejahteraan kaum buruh. "KSPI juga menyerukan kepada seluruh buruh Indonesia agar tidak memilih calon presiden 2014 yang pro kepada kebijakan oursourcing," kata Presiden KSPI, Said Iqbal, di Jakarta, Minggu. Ia mengingatkan, salah satu tuntutan KSPI dalam May Day (Hari Buruh) 2014 adalah menuntut presiden terpilih nantinya setelah satu hari dilantik langsung menghapus sistem kerja outsourcing. Selain itu, ujar dia, mengangkat pekerja outsourcing di BUMN menjadi karyawan tetap BUMN serta menindak perusahaan swasta yang tetap "membandel" dalam menggunakan pekerja outsourcing di perusahaannya. "KSPI dalam perayaan May Day 2014 nanti konsisten menuntut pemerintah menghapuskan sistem kerja outsourcing," katanya. Hal itu, lanjutnya, karena semenjak November 2013 dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 19 Tahun 2013, setiap perusahaan tidak boleh lagi menggunakan pekerja outsourcing terkecuali untuk lima jenis pekerjaan. Sebelumnya, KSPI menyatakan kaum buruh bakal menyatakan dukungan terhadap calon presiden (Capres) Pemilu 2014 pada perayaan Mayday atau Hari Buruh yang diperingati di seluruh dunia setiap tanggal 1 Mei. "Pada perayaan Mayday nanti juga buruh akan menyatakan dukungannya kepada calon presiden 2014," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (25/4). Namun, menurut dia, dukungan yang akan diberikan buruh tidak mudah karena dukungan bakal diberikan kepada capres yang dapat menjamin merealisasikan tuntutan buruh. Ia menegaskan, bila ada capres yang berani melaksanakan hal tersebut, maka sudah dapat dipastikan buruh akan satu suara dalam memberikan dukungan pada capres tersebut. KSPI juga menyatakakan bahwa kaum buruh telah mempersiapkan aksinya untuk memperingati Mayday dengan melakukan konsolidasi gerakan. "Kenapa harus dilakukan Konsolidasi gerakan? Karena Tahun ini adalah tahun bersejarah karena 1 Mei 2014 nanti adalah tahun pertama dimana buruh akan memperingati Mayday sebagai libur nasional," ujarnya. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026