
60 Orang Tewas Dalam Kecelakaan Kereta di DRC

Kinshasa, (Antara/Xinhua-OANA) - Sedikitnya 60 orang tewas dan sebanyak 60 orang lagi cedera, ketika kereta barang tergelincir di bagian tenggara Republik Demokratik Kongo (DRC), Selasa (23/4), kata beberapa pejabat layanan kereta nasional kepada Xinhua, Rabu. Kecelakaan itu terjadi ketika kereta tersebut melaju dengan cepat sebelum berbelok di satu tikungan di dekat Jembatan Katongola, yang berada tak jauh dari stasiun di Katongola, Kota Kecil di Provinsi Katanga, DRC Selatan. Kereta itu sedang dalam perjalanan dari Kamina, Kota Kecil di Provinsi Katanga, menuju Mwene-Ditu di Provinsi Kasai-Oriental, salah satu wilayah penghasil berlian paling kaya di dunia. Kereta naas tersebut membawa ratusan penumpang, banyak di antara mereka dilaporkan telah naik di atap kereta untuk menumpang secara gratis. Seorang penyintas mengatakan ketika kecelakaan terjadi, ia merasakan guncangan kuat kereta itu dan kemudian terdorong ke luar gerbong oleh guncangan keras saat kereta terbalik, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis siang. Ia mengatakan ia sebelumnya tak pernah melihat tiga penumpang yang duduk di sebelah dia dan tidak mengetahui apakah mereka masih hidup. Kebanyakan korban adalah pedang dan pelancong, termasuk anak-anak, kata Kepala Stasiun Katongola Jean Ngoy Mozadi. Satu tim penyelidik telah dibentuk untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut dan jumlah pasti korban jiwa. Kecelakaan kereta seringkali terjadi di DRC akibat kondisi lokomotif yang buruk dan kondisi rel kereta yang rusak, yang dibuat pada masa kolonial. Jaringan kereta di negeri itu saat ini mendapat dana dari Bank Dunia untuk melakukan perbaikan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
