
Pengamat: Koalisi Partai Islam Sulit Tercapai

Jakarta, (Antara) - Pengamat politik Firman Noor mengatakan koalisi partai Islam di Indonesia sulit terwujud karena adanya pengalaman saling sakit hati sebelumnya, sehingga tetap akan berkoalisi dengan partai nasionalis. "Kepercayaan antarpartai Islam perlu dibangun apabila ingin membangun koalisi. Saat ini masih ada kendala psikologis sehingga partai Islam sulit berkoalisi," kata Firman Noor dihubungi di Jakarta, Kamis. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu mengatakan selain adanya pengalaman sakit hati salah satu pengalaman sakit hati yang pernah dialami partai Islam adalah saat berkoalisi dalam poros tengah pascapemilu 1999. Poros tengah yang diinisiasi oleh Ketua MPR Amien Rais saat itu mengusung Ketua Umum PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden untuk menghalau Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang memenangi pemilu menjadi presiden. Namun, kemudian MPR juga lah yang mendesak Gus Dur mundur dari jabatan presiden kemudian melantik Megawati sebagai presiden. "Kendala psikologis seperti itu harus dipulihkan terlebih dahulu. PKB misalnya, yang kecewa dengan poros tengah yang diinisiasi partai-partai Islam, mungkin belum bisa berkoalisi dengan partai Islam lainnya," tuturnya. Apalagi, Amien Rais menjelang Pemilihan Presiden 2014 juga mengeluarkan wacana Koalisi Indonesia Raya yang mengisyaratkan calon-calon presiden yang diusung partai Islam belum bisa dijual sehingga perlu berkoalisi dengan partai nasionalis. "Kalau belum bisa diusung sebagai presiden, mungkin bisa diajukan untuk menjadi wakil presiden atau setidaknya jabatan menteri," ujar Firman. Hasil hitung cepat yang dilakukan beberapa lembaga dalam Pemilihan Legislatif menunjukkan bahwa apabila partai-partai Islam berkoalisi bisa mengusung calon presiden sendiri. Hasil hitung cepat Radio Republik Indonesia bekerja sama dengan LKBN Antara menyebutkan PKB meraih suara 9,43 persen, PAN 7,61 persen, PKS 6,61 persen, PPP 6,52 persen dan PBB 1,60 persen. Bila seluruh partai Islam bersatu dan berkoalisi maka akan mendapat perolehan suara 31,77 persen, melebihi persyaratan untuk mengusung calon presiden yaitu 25 persen suara nasional. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
