Logo Header Antaranews Sumbar

Suriah Gelar Pemilu Presiden pada 3 Juni

Senin, 21 April 2014 18:35 WIB
Image Print

Damaskus, (Antara/AFP) - Suriah akan menggelar pemilihan umum presiden untuk pertama kalinya dalam sejarah pada 3 Juni mendatang, demikian ketua majelis legislatif Muhammad al-Lahham menyatakan Senin. Sebelum amandemen konstitusi, Suriah memilih presiden dengan sistem referendum lama. Pemilu presiden yang diperkirakan akan dimenangi petahana Bashar al Assad itu akan dilakukan di tengah perang saudara yang menewaskan lebih dari 150.000 orang. "Pemungutan suara untuk presiden Republik Arab Suriahbagi warga yang tinggal di dalam negeri akan dilakukan pada 3 Juni dari pukul 7:00 pagi sampai 19:00 (waktu setempat)," kata Muhammad pada rapat khusus parlemen. Sementara pemungutan suara bagi warga yang tiggal di luar ngeri akan dilakukan pada Mei 28. Muhammad menjelaskan bahwa para kandidat yang akan mencalonkan diri sebagai presiden harus mendaftar dari Selasa sampai 1 Mei. Bashar, yang masa kekuasaannya akan berakhir pada 17 Juli, diperkirakan akan mencalonkan diri. Jika menang, dia akan menjabat sebagai presiden selama tujuh periode. Sejumlah peraturan pemilu dinilai menghambat tokoh oposisi kunci yang tinggal di pengasingan untuk turut mencalonkan diri. Salah satunya adalah kandidat harus tinggal di Suriah dalam 10 tahun terakhir. Data dari yrian Observatory for Human Rights menunjukkan bahwa perang saudara di Suriah sejak Maret 2011 lalu telah menewaskan lebih dari 150.000 orang. Konflik yang dimulai dari unjuk rasa damai menentang pemerintahan Bashar itu juga memaksa hampir dari separuh warga Suriah meninggalkan rumahnya. Pemerintah sendiri sampai saat ini belum memaparkan rencana mekanisme pemungutan suara di tengah situasi tersebut--termasuk di antaranya bagaimana mengumpulkan daftar pemilih saat jutaan warganya mengungsi dan memungut suara di area yang dikuasai gerilyawan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026