Logo Header Antaranews Sumbar

Turki Gelar Senjata Berat di Perbatasan dengan Suriah

Jumat, 7 November 2014 07:49 WIB
Image Print

Ankara, (Antara/Xinhua-OANA) - Turki telah menggelar senjata berat tambahan, termasuk tank, di sepanjang perbatasan dengan negara tetangganya --Suriah, kata kantor berita swasta, Dogan, Kamis (6/11). Militer Turki telah meningkatkan langkah pengamanan antara Provinsi Sirnak dan Mardin di bagian tenggara negeri tersebut --yang berbatasan dengan Suriah-- sejak Rabu (5/11). Ankara mengerahkan 20 tank di Kota Kecil Nusaybin di Provinsi Mardin, sepanjang Kota Kecil Qamishli, yang dihuni suku Kurdi di Suriah, kata laporan itu. Beberapa kendaraan militer yang membawa senjata berat juga dikerahkan ke daerah di antara Kota Kecil Cizre dan Nusaybin pada Kamis, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Sementara itu, ratusan prajurit Turki ditempatkan setiap 50 meter di sepanjang perbatasan tersebut, tambah laporan itu. Angkatan Darat Turki dapat melakukan tindakan guna mencegah arus besar pengungsi Suriah, yang menyelamatkan diri dari pertempuran, kata laporan tersebut. Saat bentrokan antara anggota Negara Islam (IS) dan Satuan Perlindungan Rakyat meningkat di Kota Ayn Al-Arab, yang juga dikenal dengan nama Kobane, di Suriah, Angkatan Bersenjata Turki telah meningkatkan langkah pengamanan di sepanjang perbatasannya. Anggota kelompok fanatik tersebut menghukum mati sebanyak 17 orang Suriah selama tiga hari belakangan di Provinsi Deir Az-Zour di bagian timur negeri itu, kata satu kelompok pemantau pada Rabu malam (5/11). Petempur kelompok IS membunuh ke-17 orang itu di berbagai kota besar di Deir Az-Zour, yang kaya akan minyak, dengan bermacam tuduhan --seperti menjadi mata-mata buat pasukan pemerintah, atau anggota milisi anti-IS, kata Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia. IS telah menguasai banyak wilayah Deir Az-Zour, yang berada di dekat perbatasan dengan Irak. Kelompok itu telah memberlakukan peraturan ketat di Deir Az-Zour dan Ibu Kota de faktonya, Ar-Raqqa, di Suriah Utara. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026