Logo Header Antaranews Sumbar

46 Orang Diselamatkan dalam Musibah Kapal Peziarah

Jumat, 18 April 2014 19:11 WIB
Image Print
Sejumlah warga berupaya menolong korban peziarah prosesi Jumat Agung. ANTARA FOTO/STR-Apriani Kerong/NZ/14. (kualitas foto dari sumber)/WIJ

Kupang, (Antara) - Bupati Flores Timur Yoseph Ladadoni Herin mengatakan sudah 46 orang yang berhasil diselamatkan dalam musibah tenggelamnya kapal yang membawa rombongan peziarah saat mengikuti prosesi laut di Selat Gonzalu, Jumat siang. Dari 46 orang yang diselamatkan itu, 29 masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Larantuka, sementara 17 orang lainnya sudah dipulangkan ke rumah masing-masing, kata Bupati Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Yoseph Lagadoni Herin, melalui telepon. "Dari laporan terakhir, tujuh orang meninggal dunia, 29 dirawat di RSUD dan 17 orang sudah dipulangkan karena kondisi mereka sudah membaik," katanya. Mengenai jumlah penumpang, dia mengatakan belum bisa diketahui karena tidak ada pendataan sebelum kapal tersebut masuk dalam rombongan untuk mengikuti prosesi laut. Namun, dia mengatakan, saat ini para petugas yang dipimpin langsung Wakil Bupati Flores Timur Valens Tukan sedang turun ke wilayah asal warga yang mengikuti prosesi laut untuk melakukan pendataan. Dari pendataan nantinya, bisa diketahui apakah masih ada korban yang belum terselamatkan dari musibah tersebut. "Para peziarah yang tergabung dalam kapal motor itu berasal dari dua kelurahan di Lewolere. Sekarang sedang dilakukan pendataan. Dari pendataan, bisa diketahui apakah masih ada warga yang hilang," kata Lagadoni Herin. Dia mengatakan, upaya pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Flores Timur. "Pencarian tetap berlangsung. Mudah-mudahan semua korban sudah bisa ditemukan," katanya. Sesuai tradisi Jumat Agung di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, perarakan patung Tuan Meninu melalui laut melibatkan puluhan perahu dan kapal motor yang ditumpangi para peziarah Katolik dari berbagai daerah di NTT serta beberapa tempat lainnya di Indonesia. Patung Tuan Meninu tersebut keluar dari kapela di Rewindo sekitar pukul 12.00 Wita. Saat itu, kapal ikan Nelayan Bhakti yang memuat lebih dari 100 peziarah itu langsung memutar haluan di tengah arus keras Selat Gonzalo dan langsung terbalik, katanya. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026