
Pemkab Pesisir Imbau Warga Waspadai Perubahan Cuaca

Painan, Sumbar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengimbau warganya untuk mewaspadai penyakit-penyakit yang ditimbulkan akibat perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan. "Warga Pesisir Selatan agar menyikapi kondisi perubahan cuaca saat ini karena bisa menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dari berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernapasan (ISPA), malaria, dan berbagai penyakit kulit," kata Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Syahrizal Antoni di Painan, Selasa. Perubahan cuaca dari musim kemarau yang cukup lama, mulai bulan ini diprediksi akan terjadi musim hujan. Bila kondisi itu tidak diwaspadai maka bisa mendatangkan berbagai bibit penyakit yang bisa merusak kesehatan manusia. Untuk mengantisipasi berbagai bibit penyakit yang bakal menghinggapi manusia itu maka sangat diperlukan kewaspadaan seperti halnya menjaga kesehatan dengan tidak banyak keluar rumah pada malam hari. Menyingkirkan berbagai bahan atau alat yang dikhawatirkan sebagai tempat bersarang nyamuk dan yang tidak kalah pentingnya, membersihkan lingkungan, setidaknya di sekitar pekarangan rumah. Jika tidak bisa menghindari mengendarai kendaraan roda dua (sepeda motor), baik malam ataupun siang hari, maka berupayalah untuk memakai penutup hidung (masker). Selain itu, hindari mengonsumsi makanan yang tidak sehat, menjaga kondisi badan. Sebab hal itu merupakan kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan badan lemah sehingga penyakit mudah menyerang tubuh. Kata dia, ISPA merupakan penyakit yang seringkali menggerogoti masyarakat, bahkan setiap kali terjadi perubahan cuaca, penyakit tersebut selalu menjadi keluhan masyarakat. "Cuaca yang berubah rubah ini dapat menjadi pemicu penyakit tersebut. Gejala ISPA seperti flu biasa karena sama-sama pada saluran pernapasan mulai dari hidung, tenggorokan hingga paru-paru, " ujarnya. Penyakit lainnya yang bisa terjadi atau berjangkit pada manusia akibat perubahan musim yang perlu diwaspadai seperti malaria dan demam berdarah dengue (DBD). Penyakit tersebut disebabkan oleh gigitan nyamuk pembawa virus yang hidupnya pada lingkungan kotor dan genangan air. Tindakan-tindakan yang dapat diambil untuk mengantisipasi penyakit tersebut dapat dilakukan dengan tindakan preventif atau pencegahan. Hal itu lebih baik dilakukan sebelum terjadi, sebab apabila penyakit itu telah hinggap pada manusia maka akan dilakukan pengobatan. Menjaga kebersihan lingkungan, kata dia, merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyakit yang disebabkan virus karena dengan kondisi lingkungan yang sehat akan berdampak baik bagi kesehatan keluarga. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
