Logo Header Antaranews Sumbar

Dana Blockgrant Dimanfaatkan untuk Pengembangan Bibit Sawit

Senin, 3 Desember 2012 15:29 WIB
Image Print

Padang Aro, (ANTARA) - Jatah dana "blockgrant" di Nagari Lubuak Gadang Timur, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dimanfaatkan untuk pengembangan bibit sawit yang kemudian dibagikan ke masyarakat. "Untuk pengadaan bibit sawit dianggarkan dana sebesar Rp50 juta yang kemudian dibagikan kepada masyarakat. Masing-masing kepala keluarga (KK) mendapat dua batang," kata Wali Nagari Lubuak Gadang Timur Erizal Mandaro Kayo di Padang Aro, Senin. Nagari Lubuak Gadang Timur memiliki 2.700 KK sedangkan bibit sawit berjumlah sekitar 7.500 batang. Jika disalurkan ke setiap KK hanya mendapatkan dua batang bibit sawit untuk ditanam di sekitar pekarangan rumah mereka. Di sekitar kawasan rumah masyarakat, katanya, masih banyak lahan kosong yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan berbagai jenis tanaman. Dengan adanya program penanaman sawit dua batang setiap rumah diharapkan dapat membantu membangun perekonomian warga. Ia mengatakan, setelah bibit sawit ini dibagikan akan dibentuk koperasi nagari khusus menangani pengelolaan sawit di setiap rumah. "Koperasi ini nantinya akan langsung memanen sawit masyarakat dan hasilnya akan langsung dipotong pajak bumi dan bangunan mereka. Sementara sisanya masuk rekening pemilik," jelasnya. Selain itu, imbuh dia, untuk kebun nagari sudah tersedia lahan milik pemerintah nagari seluas satu hektare di Jorong Sungai Sanda. Dengan luas lahan tersebut bisa ditanami 50 batang sawit. "Upaya ini sangat baik untuk meningkatkan sumber pendapatan asli nagari, namun sekarang tanah tersebut belum memiliki sertifikat karena berdasarkan keterangan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) lokasi tersebut memang belum bisa di berikan sertifikatnya," jelasnya. Selain itu, katanya, dana "blockgrat" juga dimanfaatkan untuk membangun dua unit irigasi yaitu irigasi Sungai Landeh dan irigasi Bukit Ubi Tanjung Harapan dengan anggaran masing-masingnya Rp15 juta. "Pembangunan irigasi ini merupakan prioritas untuk memperlancar pertanian masyarakat karena sebagian besar warga sekitar berprofesi sebagai petani," sebutnya. Ia mengatakan, pemanfaatan dana blockgrant juga dipergunakan untuk membangun jembatan gantung yang menghubungkan Jorong Sungai Sanda dan Gaduang. Selama ini, katanya, untuk mencapai Jorong Sungai Sanda harus berputar lagi ke Nagri Lubuak Gadang Induk. Dengan adanya jembatan gantung ini masyarkat sudah bisa langsung dari Jorong Gaduang. "Untuk jembatan gantung ini dibangun tahun ini melalui dana blockgrant nagari dengan anggaran Rp20 juta," imbuhnya. Ia menambahkan, sisa dana blockgrant sekitar Rp50 juta digunakan untuk membangun kantor wali nagari yang berlokasi di sebelah pasar tradisional nagari setempat. "Untuk pembangunan kantor wali nagari sudah ada tanah seluas 800 meter persegi yang dibeli dengan dana swadaya masyarakat sebesar Rp150 juta," katanya. (*/rik/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026