Logo Header Antaranews Sumbar

PBB Persiapkan Penarikan Misi dari DR Kongo

Kamis, 3 April 2014 13:11 WIB
Image Print

Kinshaha, (Antara/AFP) - Misi penjaga perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo, Rabu, mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan penarikan bertahap dari negara itu meski pun meningkatnya kemunculan puluhan kelompok-kelompok bersenjata. Akhir bulan lalu , Dewan Keamanan PBB memperbarui mandat misi stabilisasinya di Kongo ( MONUSCO ) dan brigade intervensi yang ditugaskan untuk "menetralisasi" kelompok-kelompok bersenjata asing dan domestik selama satu tahun. Resolusi terbaru ( 2147 ) itu berisi "ide baru ... untuk mempersiapkan keberangkatan MONUSCO, untuk mempersiapkan ... strategi penarikan," kata kepala misi Martin Kobler dalam konferensi pers di Kinshasa . "Kami tidak akan menarik diri besok. Ini adalah proses bertahap . Tapi jelas bahwa kami harus menentukan parameter , kriteria harus dicapai sebelum MONUSCO meninggalkan negara itu , " katanya . Sejak akhir 2013, sebagian besar dari 20 ribu prajurit MONUSCO telah ditempatkan di bagian timur, lokasi kelompok-kelompok bersenjata. Menurut Resolusi 2147 , Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki -Moon harus memberikan rekomendasi untuk penempatan kembali pasukan perdamaian pada akhir tahun ini. Meskipun terjadi peningkatan jumlah pasukan dan perluasan mandat sejak Perserikatan Bangsa Bangsa mengirimkan misi penjaga perdamaian pertama kali ke negara itu pada tahun 1999, pasukan " helm biru " dan tentara Kongo telah berjuang untuk membawa perdamaian ke negara yang memiliki luas sebesar Eropa Barat itu. MONUSCO memiliki anggaran sebesar 1,5 milyar dolar per tahun , meskipun anggaran itu telah dipotong separuh berdasarkan resolusi terbaru . Misi Perserikatan Bangsa Bangsa telah lama menghadapi kecaman karena gagal melindungi warga sipil di DR Kongo, meski pun persepsi telah membaik sejak serangan oleh tentara Kongo, yang didukung oleh Perserikatan Bangsa Bangsa, berhasil mengalahkan kelompok M23 pada bulan November. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026