
Gedung Adat Minangkabau Dibangun

Padang, (Antara) - Gedung Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar) senilai Rp14,5 miliar yang dialokasikan Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) resmi dibangun di kawasan Islamic Center Masjid Raya Sumbar di Padang. "Ini akan jadi posko utama Minangkabau untuk belajar adat sehingga dapat menjadi sarana dalam mencipatakan harmonisasi antara hubungan adat nagari dengan pemerintah pusat," kata Ketua LKAAM Sumbar, M. Sayuti di Padang, Selasa. Gedung yang diberi nama Balairung Marawa Basa itu dibangun di atas lahan seluas 900 meter persegi dan ditargetkan akan rampung pada Oktober 2014. Saat ini masih dalam proses tender. Ia menekankan nantinya gedung ini akan dijadikan pusat informasi dan dokumentasi adat Minangkabau, destinasi utama wisata adat, museum terbuka, simbol jati diri Sumbar, lokasi penyimpanan benda purbakala, dan pemersatu bangsa. "Ini tak terlepas dari kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, sebagai cikal bakal dalam membangun lembaga adat dan masjid," katanya. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan pembangunan gedung LKAAM ini merupakan rangkaian rehabilitasi dan rekonstruksi dari gedung sebelumnya yang hancur akibat gempa 30 September 2009. Dipilihnya kawasan Islamic Center Masjid Raya Sumbar bertolak dari falsafah Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. "Ada dua kata kunci, yaitu adat dan syarak atau Agama. Oleh sebab itu agama disimbolkan dengan masjid terbesar di Sumbar dan di sini tempat adat," katanya. Gubernur juga beharap gedung baru dapat menjadi tempat sentral adat bukan hanya untuk orang Minangkabau melainkan untuk semua orang yang datang untuk belajar adat Minangkabau. Selain filosofi tersebut dirujukan, LKAAM diharapkan dapat berperan dalam melestarikan, menjaga, sosialisasi adat, serta membina anak kemakanan. "Dengan begitu, adat Minangkabau yang unik dengan simbol matriakat tetap terpelihara yang sudah dijamin UUD 1945 pasal 18," katanya. Peresmian pembangunan ini ditandai dengan pembukaan plang pembangunan oleh sejumlah pejabat. Selain gubernur turut hadir Kepala BNPB Syamsul Maarif, Ketua DPD RI, Irman Gusman, Anggota DPD, Emma Yohana, sejumlah Satuan Kerja Perangkat (SKPD) Sumbar, serta tokoh masyarakat Sumbar. (*/ril/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
