Logo Header Antaranews Sumbar

Jarak Pandang di Solok Selatan Membaik

Sabtu, 15 Maret 2014 15:00 WIB
Image Print

Padang Aro, (Antara) - Jarak pandang di Solok Selatan membaik hingga mencapai satu kilometer seusai diguyur hujan Sabtu pagi, sedangkan pada Jumat hanya berkisar 500 meter. "Pada Jumat (14/3) kabut asap yang menyelimuti Solok Selatan bertambah pekat hingga jarak pandang hanya berkisar 500 meter. Namun pada Sabtu siang ini jarak pandang mulai meningkat mencapai satu kilometer setelah diguyur hujan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Solok Selatan Hamudis saat dihubungi di Padang Aro, Sabtu. Ia mengatakan, menurunnya jarak pandang di Solok Selatan pada Jumat (14/3) terjadi hampir merata di daerah itu. Solok Selatan dilanda kabut asap sejak minggu lalu. Meskipun begitu, katanya, kabupaten pemekaran itu bukan menjadi salah satu kabupaten/kota di Sumatera Barat yang berstatus tanggap darurat kabut asap. "Kabupaten/kota yang tanggap darurat kabut asap yakni Limapuluh Kota, Payakumbuh, Bukittinggi, Padangpanjang, Padang, Sawahlunto, Pasaman Barat, dan Tanah Datar," katanya. Sementara Kepala Seksi (Kasi) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Solok Selatan, Novi Hendrix menyebutkan kualitas udara di daerah itu berada di atas ambang baku mutu. "Kualitas udara seperti itu bisa menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (Ispa)," katanya. Guna melindungi masyarakat dari penyakit yang disebabkan oleh kabut asap, Dinas kesehatan Solok Selatan telah membagikan masker secara gratis kepada masyarakat, kata Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Berhediman. "Sekitar 50.000 masker sudah kami bagikan ke masyarakat secara gratis baik langsung maupun melalui puskesmas. Tahun ini kami mendapatkan anggaran 100.000 masker," katanya. Bukan saja kepada masyarakat umum, imbuhnya, Dinkes juga membagikan masker kepada pelajar. Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan, Fidel Efendi, menyebutkan mengingat kabut asap tidak begitu pekat melanda daerah itu pihaknya belum mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah. "Kami telah mengimbau siswa melalui kepala sekolah untuk mengurangi aktivitas di luar kelas, dan menggunakan masker saat berada di luar kelas atau luar rumah," katanya. Seorang warga Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Franki, mengatakan kabut asap membuat sinar matahari terhalang sehingga ia tidak bisa menjemur pinang. "Sejak beberapa hari kemarin kabut asap yang melanda Solok Selatan membuat sinar matahari terhalang sehingga saya tidak bisa menjemur pinang," katanya. Ia menjelaskan, irisan pinang muda yang akan dijual ke Nusa Tenggara itu tidak bisa bertahan lama ketika masih basah. "Jika tidak segera dijemur, dalam dua sampai tiga hari pinang ini akan jamuran sehingga tidak bisa dijual," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026