
Bank BJB 2013 Raih Laba Rp1,37 Trillun

Jakarta, (Antara) - Bank BJB meraih laba bersih sebesar Rp1,37 triliun pada 2013 atau tumbuh 15,3 persen dari laba 2012. "Tahun 2013 menjadi tahun terberat bagi jajaran direksi Bank BJB karena ada pemilihan gubernur Jawa Barat pada Januari dan kondisi makro ekonomi nasional yang berat pada semester II," kata Direktur Utama Bank BJB, Bien Subiantoro, di Jakarta, Selasa. Direksi Bank BJB, menurut Subiantoro, memilih untuk menjaga profit perusahaan dan tidak masuk pada persaingan harga bunga deposito ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan pada semester II 2013. "Strategi kami pada 2013 yaitu tidak ada kegiatan tanpa jualan, ada kegiatan apapun kami selalu jualan, seperti pameran, seminar, musik, dan olahraga," katanya. Subiantoro mengakui strategi perusahaan untuk lebih memilih perolehan laba pada 2013 berdampak pada penurunan deposito hingga 23,4 persen. "Perolehan laba itu akan menambah modal bagi kami sekaligus memberikan deviden bagi investor," katanya tentang alasan Direksi Bank BJB memilih perolehan laba dibanding berkompetisi suku bungan deposito. Bank BJB mencatat dana pihak ke tiga (DPK) yang dikelolanya turun 1,2 persen menjadi Rp49.997 miliar pada 2013. Sedangkan pengelolaan dana pihak ke tiga untuk bank saja turun 1,7 persen menjadi Rp46.762 miliar. Aset Bank BJB meningkat 0,2 persen dari total aset pada 2012 menjadi Rp70,9 triliun pada 2013. Di sisi kredit, penyaluran kredit Bank BJB pada 2013 mencapai Rp45,3 triliun atau tumbuh 28,1 persen dari penyaluran kredit pada 2012. Pertumbuhan penyaluran kredit itu terdiri dari Kredit Pemilikan Rumah yang tumbuh 127,2 persen, kredit konsumer (tumbuh 27,5 persen), dan kredit mikro yang mencapai Rp5,35 triliun (tumbuh 17,8 persen). Bank BJB juga mencatat pertumbuhan "return on asset" pada 2013 sebesar 2,1 persen, "return on equity" tumbuh 22,2 persen, "net interest margin" mencapai delapan persen, dan "cost of fund" 4,9 persen. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
