
KPK butuh keterangan Ilham Akbar Habibie dalam kasus Bank BJB

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan membutuhkan keterangan mantan calon wakil gubernur Jawa Barat Ilham Akbar Habibie (IAH) dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) periode 2021–2023.
“Tentu keterangan dan informasi dari saudara IAH ini juga sangat dibutuhkan, dan tentunya sangat membantu penyidik KPK,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.
Lebih lanjut Budi menjelaskan keterangan Ilham Akbar Habibie dapat melengkapi penelusuran aliran dana nonbujeter dalam konstruksi perkara tersebut.
Sebelumnya, Ilham Akbar Habibie dipanggil sebagai saksi kasus Bank BJB pada Jumat (22/8). Namun KPK mengatakan yang bersangkutan meminta penjadwalan ulang sebab ada kegiatan lain.
Dalam perkara itu, penyidik KPK pada 13 Maret 2025 telah menetapkan lima orang tersangka, yang pada tahun perkara menjabat sebagai berikut, yakni Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto (WH).
Selain itu, Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik (SUH), dan Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma (SJK).
Penyidik KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi di Bank BJB tersebut sekitar Rp222 miliar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KPK butuh keterangan Ilham Akbar Habibie di kasus Bank BJB
Pewarta: Rio Feisal
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
