
Dino: KBRI Washington Tunjukkan Toleransi Beragama

Makassar, (Antara) - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang sempat ia pimpin di Washington gencar melakukan promosi kemampuan hidup dengan menjunjung toleransi beragama. "Sebab KBRI Washington, sebagai simbol salah satu negara mayoritas muslim terbesar di dunia, tidak luput dari dampak islamofobia," kata Dino saat mengisi Kuliah Umum di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Kamis. Promosi kehidupan toleransi beragama, menurut Dino, telah dilakukan semenjak ia memimpin KBRI di Washington. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya membendung besarnya dampak islamofobia yang muncul di antara masyarakat AS pasca terjadinya serangan 11 September 2001 terhadap Menara Kembar World Trade Center. "Kantong-kantong islamofobia sejak itu muncul dan masih bertahan dalam skala yang lebih kecil di masyarakat AS hingga saat ini. Indonesia yang juga terdampak, berusaha membalas dengan cara lemah lembut," kata Dino, yang saat ini maju sebagai peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Islamofobia adalah ketakutan yang muncul terhadap umat muslim, yang kemudian dimanfaatkan oleh golongan konservatif kanan di AS. Islamofobia kemudian menjadi isu yang dimanfaatkan termasuk kala muncul penolakan rencana pembangunan Masjid dan Pusat Kebudayaan Muslim di dekat ground zero atau lokasi serangan 11 September 2001. "Penolakan rencana pembangunan Masjid di dekat ground zero itu sebetulnya murni politis dari kaum konservatif kanan di sana," kata Dino. "Akan tetapi Presiden Barack Obama maju dan memberi dukungan untuk pembangunan sehingga rencana dilanjutkan," ujar dia menambahkan. Bahkan Presiden Obama sendiri tidan luput dari isu islamofobia kala ia maju mencalonkan diri pada 2008 lalu. "Ia mendapat serangan karena nama tengahnya Hussein. Nama yang identik dengan dunia muslim," tutur Dino. Obama juga diserang dengan isu bahwa dia sempat diambil sumpah jabatannya menggunakan Al-Quran. Akan tetapi, islamofobia tidak membuat Dino kehabisan akal dan tetap berusaha mempromosikan Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi beragama. Kunjungan Dino ke UMI merupakan rangkaian kegiatan lanjutan Dino di Makassar setelah sehari sebelumnya mengikuti Debat Bernegara bersama 10 orang peserta Konvensi Capres Demokrat yang lain, Rabu (5/3). Kunjungan Dino juga didampingi Wali Kota Makassar terpilih Muhammad Ramdhan Pomanto yang masih menanti pelantikannya setelah pada 25 September 2013 dinyatakan memenangi Pemilihan Wali Kota Makassar 2013 dengan meraih suara 182,484 atau 31.18 persen dan mengalahkan 10 calon lainnya. Pada Debat Bernegara Dino tergabung dalam sesi kedua bersama Ali Masykur Musa, Dahlan Iskan, Endriartono Sutarto, Hayono Isman dan Sinyo Harry Sarundajang. Sementara di sesi pertama menampilkan debat antara Anies Baswedan, Gita Wirjawan, Pramono Edhie Wibowo, Irman Gusman dan Marzukie Alie. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
