
Serangan Bom di Baghdad Selatan Tewaskan 31 Orang

Hilla, Irak, (ANTARA/AFP) - Bom yang ditargetan pada warga Syiah di daerah-daerah selatan Baghdad pada Kamis menewaskan 31 orang dan mencederai 98 orang lainnya, kata para pejabat keamanan dan dokter. Serangan-serangan itu merupakan gelombang kedua serangan bom terhadap warga Syiah pekan ini setelah tiga bom mobil meledak dekat tempat-tempat ibadah mereka di Baghdad Selasa yang menewasan 12 orang dan mencecederai 50 orang. Dalam serangan-serangan Kamis itu, dua bom pinggir jalan yang ditargetan pada satu kelompok peziarah Syiah di kota Hilla menewaskan 26 orang dan mencedrai 85 lainnya, kata sumber polisi dan medis. Mereka yang tewas itu trrmasuk dua wanita, tiga anak-anak, dua dokter dan seorang anggota pertahanan sipil, kata mereka. Pasukan keamanan Irak menutup lokasi ledakan-ledakan itu dan membuka pos-pos pemeriksaan di kota itu untuk memeriksa mobil-mobil,kata seorang korespoden APF, dan menambahkan toko-toko dekat lokasi itu tutup setelah serangan itu. Di kota suci Karbala, satu bom mobil meledak di bawah satu jembatan, menewaskan lima orang dan mencederai 13 orang lainnya, kata seorang juru bicara polisi dan seorang dokter. Juru bicara itu mengatakan bahwa pasukan keamanan menutup seluruh jalan menuju kota tua itu, tempat Imam Hussein, salah seorang dari tokoh paling dihormati dalam Syiah dimakamkan, dan sedang memeriksa satu bom mobil kedua. Para anggota mayoritas Irak itu sering ditagetkan oleh kelompok garis keras Sunni dalam serangan bom. Jutaan peziarah membanjiri Karbala setiap tahun untuk merayakan Asyura yang memperingatakan wafatnya Imam Hussein dalam pertempuran tahun 680, yang berpuncak pada 25 November tahun ini. Kendatipun para peziarah sering jadi sasaran serangan bom selama Asyura yang menewaskan puluhan orang, peringatan-peringatan itu sebagian besar bebas dari aksi kekerasan tahun ini, kendatipun dua serangan terhadap para peziarah yang menewaskan tiga orang dan mencederai 35 orang lainnya. Para peziarah juga datang dari seluruh Irak ke Karbala selama masa berkabung 40 hari. Aksi kekerasan di Irak menurun tajam sejak mencapai puncaknya tahun 2006 dan 2007 ketika aksi kekerasan sektarian yang kejam melanda negara itu, tetapi serangan-serangan masih saja terjadi. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
