Logo Header Antaranews Sumbar

DPRD Padang: Dinkes Perlu Antisipasi Kesehatan Masyarakat

Jumat, 28 Februari 2014 14:11 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menyatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat perlu segera melakukan antisipasi terhadap kesehatan masyarakat, terkait kabut asap yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Muharlion di Padang, Jumat, mengatakan melihat kondisi kabut asap yang semakin tebal di daerah ini, DPRD berharap pihak terkait seperti Dinkes dapat mengantisipasinya, seperti melakukan pembagian masker kepada masyarakat, dan lainnya. "Kami mengimbau dinas terkait segera melakukan pembagian masker kepada masyarakat di daerah ini, jika kabut asap semakin tebal dan intensitasnya semakin tinggi, karena jelas dapat mempengaruhi kesehatan warga, seperti penyakit yang dapat ditimbulkannya khususnya pernafasan," kata Muharlion. Ia menekankan dinkes perlu melakukan sosialisasi dan juga melihat kondisi masyarakat, sebab saat ini telah banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi kabut asap di daerah ini. Selain itu, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumbar juga meminta Dinkes setempat untuk bergerak cepat mengantisipasi dampak keadaan cuaca dan kabut asap yang semakin menebal di Kota Padang. "Dinkes harus mulai melakukan pencegahan jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Yunafri. Kabut asap di Kota Padang sendiri, berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping Padabgpariaman, menjelaskan saat ini jarak pandang di kota tersebut pada Kamis (27/2) berada dalam kondisi mengkhawatirkan pada angka 700 meter akibat asap kiriman yang berasal dari provinsi tetangga. "Sejak peristiwa kabut asap pada pertengahan Februari 2014, hari ini jarak pandang yang paling rendah," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padangpariaman, Budi Samiaji. Ia menyebutkan sebelumnya jarak pandang Kota Padang berada pada kisaran angka 2.000 hingga 1.000 meter. Sedangkan saat ini telah berada pada angka 700 meter. Akibat kabut asap yang melanda daerah itu, saat ini juga dilaporkan aktivitas di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terganggu. "Dalam kajian seharusnya dalam jarak pandang 700 meter penerbangan tidak dapat lagi dilakukan," jelasnya. Sehubungan dengan itu, pihak Dinkes Kota Padang menjelaskan saat ini belum melakukan pembagian masker secara massal kepada masyarakat, kerena kondisinya dinilai masih normal. "Pembagian masker kepada masyarakat akan segera dilakukan jika ketebalan asap yang menyelimuti kota ini terus meningkat dalam beberapa hari kedepan," kata Kepala Dinkes Padang Eka Lusti. Ia menekankan jika terjadi peningkatan ketebalan maka akan dilakukan pembagian masker, namun untuk saat ini karena kabut asap masih dapat dikatakan normal, maka pembagian tersebut belum dilakukan kepada masyarakat, namun demikian saat ini Dinkes Padang telah mengeluarkan imbauan terhadap Puskesmas yang ada di daerah ini, melakukan penyuluhan kepada masyarakat terhadap kondisi kabut asap. Selain itu, melihat kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Padang, Dinkes Padang juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas keluar rumah, sebab diakui ada partikel debu yang dibawa angin, akibat kiriman kabut asap ke daerah itu. Dinkes setempat dalam penanggulangan kabut asap saat ini juga telah melakukan koordinasi dengan Dinkes Provinsi Sumbar, jika sewaktu-waktu diperlukan, baik penambahan masker atau lainnya. "Saat ini kami memiliki persediaan masker bagi masyarakat, demikian juga di puskesmas-pukesmas, jika ada warga yang merasa membutuhkan dapat memintanya pada puskesmas terdekat, karena kami belum melakukan pembagian secara massal kepada masyarakat, melihat kondisi kabut asap yang dinilai masih berada pada taraf aman atau normal," jelasnya. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026