
Pesawat Tempur Rezim Suriah Serbu Persembunyian Gerilyawan

Beirut, (Antara/AFP) - Angkatan udara Suriah menggelar serangan udara di benteng yang dikuasai pemberontak kunci Yabrud utara Damaskus, Sabtu. Saat bersamaan juga terjadi bentrokan juga berkecamuk di pinggiran ibu kota. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa di timur laut, para pejuang Kurdi merebut kota Tal Barak dari para pelaku jilbab. Pasukan rezim meluncurkan gelombang baru pemboman udara dan tank-tank dan sekitar Yabrud, kota utama di pegunungan Qalamun dan dengan penduduk campuran Muslim dan Kristen, dua pekan kampanye yang ditujukan untuk merebut kota itu dari pemberontak. Observatory yang berbasis di Inggris itu mengatakan bahwa serangan Sabtu itu ditargetkan di beberapa daerah pegunungan sekitar Yabrud serta kota itu sendiri, yang dulunya rumah bagi sekitar 50.000 orang. Karena kekerasan, sekitar 12.800 orang telah melarikan diri melintasi perbatasan ke kota Lebanon dari Arsal hanya dalam 12 hari, kata UNHCR memperkirakan. Pasukan Syiah gerakan Hizbullah Lebanon biasa mendukung Tentara Suriah di Qalamun. Hizbullah mengatakan bahwa sebagian besar kendaraan yang digunakan untuk melakukan bom mobil, pemboman benteng Lebanon semua berada di tempat persemnyian mereka di Yabrud. "Hizbullah berjuang untuk menutup perbatasan, sementara tentara ingin mengendalikan keamanan dari jalan raya internasional yang menghubungkan Damaskus dan pusat Kota Homs," kata seorang aktivis di Qalamun kepada AFP melalui Skype. Menyebut dirinya Amer, dia mengatakan dia yakin pemboman itu telah diintensifkan tentara dan Hizbullah, namun gagal membuat kemajuan di tanah yang mereka inginkan. Jadi mereka mengepung dan menghukum Yabrud. Di timur laut Damaskus, pertempuran baru berkobar di distrik Jubar, salah satu wilayah yang terkena serangan senjata kimia Agustus, yang diikuti Resolusi Dewan Keamanan PBB yang memerintahkan penghancuran persenjataan kimia Suriah. Sebagian besar Jubar berada di bawah kendali pemberontak, dan telah melihat eskalasi besar-besaran pertempuran sejak 9 Februari sebagai tentara berusaha untuk menghancurkan perlawanan di sana,Kata Observatory. Sementara itu, Kurdi di timur laut memerangi Negara Islam Irak dan Mediterania merebut kota Tal Barak antara kota-kota Kurdi utamaQamishli dan Hasakeh. Berebut kota itu menewaskan 25 orang bersenjata, 22 dari mereka anggota ISIL, dari akhir Jumat sampai fajar Sabtu, kata Observatorium. Kurdi telah berjuang menghadapi ISIL berbulan-bulan di wilayah mayoritas Kurdi, yang para pelaku jihad ingin mengambil alih karena sumber daya mereka dan lokasi strategis sebelah Irak dan Turki. Di Suriah bagian utara Aleppo, helikopter menjatuhkan bahan peledak bom barel di daerah Sheikh Najjar yang dikuasai pemberontak, kata Observatorium. Penggunaan tentara bom tersebut telah banyak dikecam sebagai sembarangan. Lebih dari 140.000 orang tewas dalam perang hampir tiga tahun Suriah, dan jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
