
Bupati Minta Guru Tidak Salah Memahami UKG

Arosuka, (Antara) - Bupati Solok, Sumatera Barat Syamsu Rahim mengingatkan kepada seluruh aparatur yang bertugas di daerah itu untuk tidak salah dalam memahami Uji Kompetensi Guru (UKG)."Sosialisasi UKG ini jangan sampai salah memahaminya, dengan demikian ia harus dijalani dengan teliti dan jangan ada gangguan pada sertifikasi," katanya saat pembukaan UKG di Arosuka, Kamis.Ia menjelaskan, guru merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan. Dalam proses belajar mengajar ia harus mampu jadi motivator, komunikator, dan fasilitator terhadap siswa mereka.Untuk itu para guru dituntut agar memahami materi pelajaran yang akan diberikan kepada murid, sehingga dapat mengarahkan dan membina para siswa dalam semua aktifitas akademik sehingga dapat membangunan karakter para siswa." Guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, mereka telah mengajarkan siswanya dari tidak pandai menulis dan membaca hingga akhirnya pandai tulis baca," katanya.Dengan demikin, kopetensi kepribadian, kopetensi sosial harus melekat pada diri seorang guru sebab ia adalah orang yang harus bijak dalam melangkah, ulet dan dapat mengambil keputusan yang tepat.Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Yuswardi mengatakan dalam melalui UKG tersebut bagaimana kopetensi pribadi dan sosial para guru mampu dikembangkan. Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan seorang guru dalam melaksanakan tugas. "Seorang guru yang memiliki kompetensi kepribadian dan sosial niscaya dirinya cendrung memiliki sikap optimis dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik," kata dia.Dia menambahkan, Pembukaan UKG tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati dan disaksikan oleh Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anantanur, Kadisdikpora Yuswadi, dan utusan dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). (mar)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
