Logo Header Antaranews Sumbar

22 Prajurit Kongo, 230 Gerilyawan Uganda Tewas Januari

Sabtu, 15 Februari 2014 14:10 WIB
Image Print

Kinshasa, (Antara/AFP) - Dua puluh dua tentara Kongo dan 230 gerilyawan Uganda tewas dalam pertempuran yang berlangsung selama hampir sebulan di bagian timur Republik Demokratik Kongo yang bergolak, kata pemerintah, Jumat. Menurut data jumlah korban sementara oleh Kepala Staf Angkatan Darat, 22 tentara dan 230 gerilyawan kelompok Islam ADF - Nalu tewas dalam bentrokan sejak 16 Januari lalu, kata juru bicara pemerintah Lambert Mende pada konferensi pers di Kinshasa . Dia mengatakan 65 senjata telah ditemukan dalam operasi itu. Ditemukan juga "produk farmasi dalam jumlah besar". "Kami juga menemukan bahwa musuh memiliki sebuah pabrik pembuatan bom, yang menegaskan sifat teroris ADF," katanya . Pemberontakan ADF - Nalu dimulai pada pertengahan 1990-an, yang merupakan gabungan antara dua kelompok bersenjata yang menentang Presiden Uganda Yoweri Museveni, yang berkuasa sejak 1986 . Kelompok itu kemudian berkembang menjadi sebuah organisasi Islam, yang dipimpin oleh Jamil Mukulu, seorang bekas pemeluk Kristen, sejak tahun 2007. Amerika Serikat memberi label organisasi itu sebagai organisasi teroris pada tahun 2001 dan Mukulu telah dikenai sanksi PBB sejak 2011 dan sanksi Uni Eropa sejak 2012. Para gerilyawan itu bermarkas di wilayah pegunungan Rwenzori di perbatasan dengan Uganda. Gerakan ini terkenal dengan aksi penculikan dan indoktrinasi penduduk setempat, dan menggunakan tenaga kerja paksa untuk melakukan pembalakan liar dan pertambangan emas. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026