Logo Header Antaranews Sumbar

PBB Peringatkan Suriah Terkait Penahanan Pria Homs

Jumat, 14 Februari 2014 22:40 WIB
Image Print

Jenewa, (Antara/AFP) - PBB pada Jumat memperingatkan akan mengawasi perlakuan Suriah terhadap ratusan pria dan anak-anak laki-laki, yang ditahan setelah diungsikan dari kota perang Homs. Sebanyak 381 pengungsi pria dari distrik Kota Tua Homs, yang dikuasai oposisi, pada Jumat ditahan di gedung sekolah untuk diperiksa dinas keamanan Suriah, kata juru bicara badan pengungsi PBB Melissa Fleming. "Kami secara konsisten dan terus-menerus meminta pemerintah untuk menjamin keselamatan dan keamanan orang-orang ini dan menghormati hukum hak asasi internasional dan hak asasi manusia," kata Fleming kepada wartawan. Marixie Mercado, juru bicara Badan Anak-Anak PBB UNICEF, mengatakan bahwa ada 14 anak laki-laki berusia antara 15 dan 18 tahun yang masih ditahan. Fleming mengatakan juga ada kekhawatiran terhadap nasib para tahanan yang telah dibebaskan -170 orang dibebaskan pada hari Kamis- dan PBB berusaha untuk melacak mereka. Para tahanan itu merupakan bagian dari sekitar 1.400 orang yang telah dievakuasi berkat gencatan senjata rapuh yang dipantau PBB di kota itu sejak pekan lalu. Distrik di Homs yang dikuasai oleh opisisi telah dikepung oleh pemerintah Suriah selama 600 hari, dan diperkirakan sekitar 4.000 orang menghadapi pemboman setiap hari dan berkurangnya pasokan kebutuhan pokok. Rezim telah mengatakan jika perlu dilakukan interogasi pada para pria untuk mencari "teroris" - pihaknya mengatakan pemberontakan didorong oleh pelaku jihad asing dan uang Teluk. Tapi, oposisi melihat keputusan untuk memisahkan pria asal Homs dari perempuan dan anak-anak cukup mengkhawatirkan. "Fakta menginterogasi orang tidak ilegal dalam keadaan ini. Jadi apa yang bisa kami cari tahu adalah apa yang terjadi berikutnya, apa yang terjadi kemudian," kata Rupert Coville, juru bicara kantor hak asasi manusia PBB. "Jika seseorang ditahan untuk jangka waktu tertentu, perlu ada alasan yang baik. Harus ada alasan hukum untuk itu," kata Colville. "Yang bisa kita lakukan adalah benar-benar mencoba dan mempertajam sorotan pada situasi ini, untuk menunjukkan adanya bahaya dan untuk menunjukkan pentingnya benar-benar mengawasi apa yang terjadi pada para pria dan anak laki-laki ini," tambahnya. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026