Logo Header Antaranews Sumbar

Intel Koramil Penajam Tangkap TNI Gadungan Pemeras Sopir

Kamis, 13 Februari 2014 06:53 WIB
Image Print

Samarinda, (Antara) - Intel Kodam VI Mulawarman bersama personel TNI dari Komando Rayon Militer (Koramil) Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, berhasil menangkap tiga intel gadungan di Kelurahan Sotek pada Selasa (11/2) sekitar pukul 23.00 Wita. Komandan Koramil Penajam Kapten Inf Laety di Samarinda, Rabu (12/2), mengatakan tiga pelaku yang diamankan, masing-masing Su'eab Purnama Zahri (19), Aminullah (35), dan Suranto (38), ketiganya warga Kabupaten Penajam Paser Utara. Selain mengamankan tiga pelaku, personel gabungan juga berhasil mengamankan satu unit mobil KT 1330 MV dan uang Rp2,8 juta yang diduga hasil pemerasan dari para sopir truk. "Kami juga mengamankan atribut serta laptop dan baju seragam mirip TNI. Ketiga pelaku merupakan anggota salah satu ormas," kata Laety. Penangkapan tentara gadungan itu, katanya, berdasarkan informasi masyarakat yang diterima intel Kodam bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) bahwa ada tiga orang yang mengaku intel TNI. Pelaku, kata dia, melakukan pemerasan dengan meminta sejumlah uang kepada tiga sopir truk yang sedang membawa kayu. "Ketiga pelaku yang menggunakan seragam TNI itu menghentikan setiap truk yang melewati wilayah Sotek. Setelah mengetahui mengangkut kayu, kemudian meminta surat-surat kepada sopir. Jika sopir tidak bisa menunjukkan dokumen pengangkutan kayu, maka mereka langsung bernegosiasi dengan meminta sejumlah uang. Sopir pertama dan kedua itu menyerahkan uang masing-masing Rp1,3 juta dan sopir ketiga hanya memberi Rp200.000," ujar Laety. Setelah mengetahui aksi pelaku, katanya, personel intel Kodam bersama Babinsa melakukan razia di wilayah Sotek dan berhasil menghentikan mobil yang digunakan pelaku. "Saat diamankan, ketiganya tidak melakukan perlawanan dan di dalam kendaraan mereka ditemukan seragam TNI dan tas serta dua buah sangkur," katanya. Selain melakukan pemerasan, katanya, tiga pelaku melakukan kampanye secara terbatas kepada sejumlah masyarakat. "Kampanye yang mereka lakukan dengan meminta warga memilih salah satu partai politik (parpol) termasuk calon presiden (capres), sehingga warga menilai bahwa TNI tidak netral dalam pemilu nanti," katanya. Ia mengatakan bahwa tindakan para pelaku telah merugikan TNI. "Tindakan mereka itu jelas juga merugikan TNI, karena berkali-kali pimpinan TNI mengatakan bahwa dalam pemilu nanti akan bersikap netral. Dengan tindakan mereka mengampanyekan salah satu capres dan parpol, jelas masyarakat menilai bahwa TNI tidak netral," kata Laety. Setelah dilakukan pemeriksaan, katanya, tiga pelaku itu, selanjutnya akan diserahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti dan diproses sesuai hukum. "Kami juga meminta kepada masyarakat, bila ada yang mengatasnamakan TNI dalam melakukan pemerasan, silakan dilaporkan. Kami akan memberikan tindakan," kata Laety. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026