
2.900 Hektar Perkebunan Terbakar dalam Dua Pekan

Pekanbaru, (Antara) - Aparat Kepolisian Resor Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mendata ada sebanyak 2.900 hektare lahan perkebunan sagu, karet dan kelapa sawit serta semak terbakar dalam dua pekan terakhir. "Hasil identifikasi perkembangan kasus kebakaran lahan di wilayah Meranti akan terus kami kembangkan," kata Kapolda Riau, Brigjen Condro Kirono lewat pesan singkat yang dikirim melalui ponsel, Minggu. Kejadian pertama menurut laporan kepolisian, yakni kebakaran lahan di Desa Teluk Kepau. "Luas lahan yang terbakar yakni 2.000 hektare. Pemilik lahan PT NSP dan Masy. Lahan yang terbakar adalah kebun sagu," kata dia. Penyebabnya sejauh ini kata dia, masih dalam lidik Polres Kepupauan Meranti, dan kobaran api hingga saat ini masih menyala dibeberapa titik. Kemudian, lanjut kata Kapolda, kebakaran juga terjadi di kawasan lahan sekitar Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, yakni seluas 200 hektare milik masyarakat yang terdiri dari kebun sagu dan karet. "Penyebabnya juga masih dalam lidik. Namun api sudah berhasil dipadamkan," katanya. Selanjutnya kebakaran lahan di Desa Batin, Kecamatan Tebing Tinggi Timur dengan luas yang terbakar sekitar 100 hektare milik masyarakat. "Lahan yang terbakar berupa kebun sagu yang siap panen. Saat ini api telah berhasil dipadamkan," katanya. Peristiwa sama juga terjadi di Desa Kayu Ara, Kecamatan Rangsang Pesisir yakni ada sekitar 600 hektare terdiri dari 150 kebunkaret masyarakat, 230 hektare kebun sagu masyarakat dan 220 hektare semak belukar. "Di lokasi ini, api saat ini telah padam namun masih berasap akibat lahan gambut," katanya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
