Logo Header Antaranews Sumbar

Dahlan Bantah Pertahankan Merpati karena Kepentingan Politik

Kamis, 6 Februari 2014 11:27 WIB
Image Print
PT Merpati Nusantara Airlines. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan membantah keputusannya tetap mempertahankan operasional PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) hanya untuk meningkatkan popularitasnya sebagai capres dalam konvensi Partai Demokrat. "Itu kata anda. Tapi menurut saya tidak. Merpati diputuskan tetap hidup itu sudah sejak dulu, jauh sebelum saya sebelum jadi Menteri. Jadi tidak ada urusan politik atau soal 2014 di sana," kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Jakarta, Kamis. Menurut Dahlan, semua orang umumnya meminta Merpati tetap dipertahankan dengan alasan yang beragam. Meski begitu mantan Dirut PT PLN ini pun mengakui ketika awal menjadi Menteri BUMN, dirinya pernah berpikiran untuk menutup Merpati. "Kalau tidak bisa dikembangkan dibubarkan saya. Tapi, ternyata keputusannya semua ingin dipertahankan," ujar Dahlan. Diketahui, saat ini Merpati dalam kondisi semakin mengenaskan akibat defisit kas perusahaan, utang mencapai sektar Rp6,7 triliun. Sejak 1 Februari 2014, Merpati terpaksa menghentikan operasi sejumlah rute penerbangan, selain juga harus membayar tunggakan asuransi, membayar uang tiket penumpang, hingga tunggakan biaya gaji karyawan. Ia menambahkan, saat ini Merpati sedang dalam masa konsolidasi, diharapkan paling lambat akhir Februari 2014 bisa terbang lagi dengan pola baru bekerjasama dengan mitra kerja sama operasional (KSO). Untuk menyelamatkan Merpati, manajemen mengundang dua perusahaan mitra kerja sama operasional (KSO) sebagai investor, PT Bentang Persada Gemilang dan PT Amagedon Indonesia. Kedua perusahaan tersebut akan membentuk anak usaha baru bernama PT Merpati Aviation Service untuk selanjutnya menangani bisnis Merpati. Selain itu, Merpati juga menempuh opsi lainnya yaitu melepas dua anak usaha yaitu PT Merpati Maintenance Facilities (MMF) dan PT Merpati Training Center (MTC) kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Persero untuk dicarikan investor. "Tentu mitra KSO tidak mau menanggung beban Merpati, makanya Merpati mencari uang dengan menjual anak perusahaan kepada PPA," ujar Dahlan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026