
AS Putar 36 Film Masyarakat Sipil-Remaja

Surabaya, (Antara) - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memutar 36 film tentang masyarakat sipil dan remaja AS dalam membentuk masa depan melalui program pemutaran film dokumenter yang disebut "American Film Showcase" (AFS) di berbagai daerah di Indonesia. "Kami (Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya) menyelenggarakan AFS di Malang dengan memutar film tentang tema itu pada 3 dan 4 Februari 2014," kata Humas Konjen AS di Surabaya Andrew M. Veveiros, Rabu. Dalam pemutaran film bekerja sama dengan Universitas Southern California School of Cinematic Arts itu, ia menjelaskan Program AFS di Indonesia menggarisbawahi peranan utama yang dimainkan oleh masyarakat sipil dalam merajut masa depan bangsa. Selain itu, film yang diputar juga menggarisbawahi peran bagaimana remaja Amerika bekerja untuk membentuk masa depan bagi mereka sendiri. "Kedua tema itu mengemuka pada semua film yang diputar dalam AFS, khususnya di film-film pilihan utama, seperti Brooklyn Castle, Inocente, dan G-Dog," katanya. Dalam acara AFS, pihaknya juga mengadakan workshop film dan film screening di sejumlah lembaga pendidikan di Kota Malang dengan menghadirkan sineas AS ternama, yakni Richard Pearce dan co-director AFS Alan Baker. "Para pembuat film itu berbagi perspektif mereka tentang film-film Amerika dan proses karir mereka," katanya. Selain itu , Pearce dan Baker juga berdiskusi secara interaktif dengan para pelaku sinematografi, dokumenter, produksi film, industri film, dan peneliti film dan pembangunan. Sebelumnya (28/1), Konsul Jenderal AS di Surabaya, Joaquin F. Monserrate, mengajak warga Tionghoa untuk bersama-sama merayakan Tahun Baru Imlek 2565 di konsulat setempat. Imlek itu dihadiri puluhan akademisi, mahasiswa, dan aktivis/pegiat sosial itu terlihat sejumlah tokoh China, di antaranya Prof Esther H Kuntjara (sejarahwan China dari Fakultas Sastra UK Petra) dan Lukito S Kartono (sosiolog dan peneliti Centre for Chinese Indonesian Studies UK Petra). Selain itu, Oei Hiem Hwie (mantan tahanan politik dan pengampu perpustakaan China), Gatot Seger Santoso (Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia "Boen Bio" Surabaya), Dede Oetomo (ahli linguistik dan sosiolog keturunan China), Ardian Purwoseputro (ahli kajian China), dan sebagainya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
