Logo Header Antaranews Sumbar

MoU TNI AD-Kementan Wujudkan Ketahanan Pangan

Rabu, 29 Januari 2014 13:38 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - TNI AD melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pertanian di bidang pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam negeri. "Kesepakatan kerja sama ini sebagai wujud sinergi pelaksanaan program pembangunan Kementan dan TNI AD untuk memajukan pertanian agar kita memiliki ketahanan pangan," kata Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Budiman dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu. Nota kesepahaman ini merupakan bentuk kerja sama pihak TNI AD dengan delapan pejabat ditjen Kementan dan Kepala Badan Kementan yang merupakan kelanjutan dari kesepakatan kerja sama kedua belah pihak yang dilakukan pada 2012. Dikatakannya, kegiatan ini sangat penting untuk mewujudkan cita-cita ketahanan pangan demi kedaulatan RI. "Air, pangan dan energi kelak akan jadi bagian yang sangat strategis dan berpengaruh untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan RI. Maka itu, kami menilai kegiatan ini penting sekali," kata Kasad Jenderal Budiman. Sebelumnya pada April 2012, TNI AD telah melakukan kerja sama dengan Kementan terkait Kerja Sama Program Pembangunan Pertanian yang kemudian dijalankan oleh TNI AD pada November 2012 dengan melaksanakan kegiatan yang bernama TNI AD Mendukung Ketahanan Pangan (TMKP). Menurut Budiman, kegiatan tersebut dinilai cukup berhasil pada beberapa aspek yakni aspek satuan komando kewilayahan, aspek pengelolaan lahan tidur milik TNI AD, aspek peningkatan kesejahteraan masyarakat serta aspek kemanunggalan TNI dengan rakyat yang mendukung terwujudnya ketahanan wilayah. "Sudah ribuan hektare lahan tidur dimanfaatkan oleh petani dan koperasi Angkatan Darat sehingga kesejahteraan masyarakat makin meningkat. Disamping pemanfaatan lahan, petani juga diberi bantuan alat-alat pertanian," kata dia. Beberapa hasil dari pelaksanaan kerja sama kegiatan itu diantaranya kegiatan Ditjen Tanaman Pangan yang mendirikan sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu (untuk tanaman padi dan jagung) di 31 provinsi dan sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu (untuk kedelai) di 29 provinsi. Selain itu program pengendalian organisme pengganggu tanaman juga terealisasi 100 persen. Ditjen Sarana dan Prasarana Kementan berhasil merealisasikan target untuk mencetak sawah seluas 1.000 ha di lima provinsi serta optimalisasi lahan jagung seluas lima ribu ha di 11 provinsi. Sementara kerja sama Ditjen Perkebunan menghasilkan produk unggulan berupa karet, kelapa sawit, jambu mete dan sagu di Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur dan Papua dengan total lahan seluas 1.300 ha. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026