
Bentrokan Sudan Selatan Makin Desak Pengungsi ke Pangkalan PBB

PBB, (Antara/AFP) - Pemerintah dan para pemberontak oposisi masih berjuang untuk mengendalikan bagian-bagian penting Sudan Selatan dan jumlah para pencari perlindungan di markas Perserikatan Bangsa Bangsa kian meningkat, kata PBB Selasa. Misi PBB di Sudan Selatan telah melaporkan "keamanan memburuk" dibeberapa bagian negara kesatuan di mana terdapat fasilitas-fasilitas penting minyak, kata wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq kepada wartawan. Haq mengatakan bentrokan-bentrokan "sporadis" masih dilaporkan terjadi antara pasukan Presiden Salva Kiir dan orang-orang mantan wakil presiden Riek Machar, meskipun pada tingkat yang lebih rendah dari sebelum gencatan senjata yang dimulai pada Jumat. "Misi telah menerima laporan tentang situasi keamanan yang memburuk di Kabupaten Koch dan Leer di negara bagian Negara Persatuan," kata Haq. Sebuah kapal patroli UNMISS pergi ke kota Mayom, dekat ibu kota negara bagian persatuan Bentiu, dan "mengamati bahwa banyak bagian-bagian kota yang dibakar," kata juru bicara. Haq mengatakan, jumlah orang yang berlindung di delapan kompleks PBB di seluruh negeri itu telah meningkat menjadi 79.000 dari 76.000 pada Selasa. Separoh dari jumlah tersebut berada di dua kompleks PBB di ibu kota Juba. Kelompok-kelompok bantuan mengatakan hingga 10.000 orang telah tewas dalam konflik antara pasukan yang setia kepada Kiir danMachar, yang meletus pada 15 Desember. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
