
Bentrokan Militer Terjadi di Perbatasan dengan Sudan Selatan

Khartoum, (Antara/Xinhua-OANA) - Militer Sudan menyatakan bentrokan militer terjadi pada Senin (5/8) antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Tentara Sudan Selatan di perbatasan antara kedua negara, dan seorang prajurit Sudan tewas. Juru Bicara SAF Sawarmy Khalid Saad mengatakan di dalam satu pernyataan satu patroli Tentara Sudan Selatan memasuki daerah yang kaya akan minyak, Heglig, di wilayah Sudan, kata Kantor Berita Sudan (SUNA). Laporan itu menambahkan seorang prajurit Sudan tewas dan dua lagi cedera dalam pertempuran tersebut sebelum patroli itu ditarik ke Sudan Selatan. "Pada pukul 15.00 (19.00 WIB) hari ini, satu patroli dari Sudan Selatan menyeberangi perbatasan kami di lokasi Tashween, sampai beberapa kilometer ke dalam wilayah kami di Daerah Heglig," kata Saad. "Situasi tersebut telah dikendalikan oleh pemimpin kedua pihak dan kondisinya sekarang stabil," ia menambahkan sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Daerah Heglig telah menjadi ajang pertumpahan darah antara kedua pihak ketika Tentara Sudan Selatan menyitanya pada 10 April 2012 dan militer Sudan merebutnya kembali 20 hari kemudian. Bentrokan pada Senin terjadi saat tanda gencatan senjata antara kedua pihak membayang setelah mereka sepakat untuk menyelesaikan perbedaan mereka, terutama yang berkaitan dengan daerah sengketa, melalui cara damai berdasarkan payung Uni Afrika. Sudan dan Sudan Selatan sejauh ini telah gagal membuat demarkasi perbatasan bersama mereka dan telah terlibat pertikaian mengenai penerapan daerah perbatasan, termasuk daerah bergolak Abyei. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
