Logo Header Antaranews Sumbar

Kota Padang Belajar Desa Wisata ke Sleman

Senin, 26 November 2012 18:43 WIB
Image Print

Sleman, (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Sleman untuk belajar pengelolaan desa wisata serta mengetahui filosofi slogan "Sleman Sembada". Rombongan kunjungan kerja Pemerintah Kota Padang, Senin, dipimpin Asisten Sekda Bidang Pembangunan Didi Ariyadi beserta para wartawan dari Kota Padang, dan diterima Asisten Sekda Kabupaten Sleman Bidang Pembangunan Suyamsih, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Kantor Kesbangpolinmas dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman. "Maksud dan tujuan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Sleman inu untuk menggali potensi-potensi pengembangan desa wisata yang ada di Sleman, mengetahui tentang filosofi slogan pembangunan 'Sleman Sembada' dan memperoleh masukan tentang bagaimana menjaga kerukunan diantara umat beragama yang ada di sini," kata Didi Ariyadi. Asisten Sekda Kabupaten Sleman Bidang Pembangunan Suyamsih, memaparkan penjalasan tentang slogan "Sleman Sembada", yang merupakan sebuah gerakan untuk menciptakan kondisi Sleman yang Sehat, Elok dan Edi, Makmur dan Merata, Bersih dan Berbudaya, Aman dan Adil, Damai dan Dinamis, serta Agamis. "Sebagai sebuah gerakan slogan 'Sleman Sembada' telah melekat dalam kehidupan masyarakat mulai lingkup RT, RW, desa, kecamatan dan kabupaten. Keberadaan slogan Sleman Sembada telah menumbuhkan budaya kreatif masyarakat Sleman dalam berbagai aspek kehidupan dan sektor," paparnya. Menurut dia, salah satu pengembangan kreativitas yang diminati masyarakat adalah desa wisata. "Kabupaten Sleman memiliki 37 Desa wisata yang 20 di antaranya telah beroperasi dengan baik," tuturnya. Ia mengatakan, jumlah wisatawan yang berkunjung di desa wisata selama 2011 mencapai 65.685 wisatawan. Di bidang kerukunan umat bergama kabupaten Sleman memiliki Forum Kerukunan Umat Beragama, jadi apabila terjadi konflik antarumat beragama forum tersebut bersama pemerintah berusaha untuk menyelesaikan. Kemudian para peserta diajak untuk melakukan tanya jawab dengan narasumber yang dihadirkan pemerintah Kabupaten Sleman, kemudian para peserta kunjungan kerja diajak ke ruang pamer Dinas Perindagkop Kabupaten Sleman. Di ruang pamer Disperindagkop Kabupaten Sleman terdapat barang-barang kerajinan yang semuanya adalah potensi dari wilayah Kabupaten Sleman, dan semua barang-barang kerajinan yang didisplay tidak dipungut biaya. Setelah puas melihat-lihat dan berbelanja di ruang pamer disperindagkop, para peserta diajak ke Desa Wisata Brayut. Para peserta langsung dipandu Ketua Pengelola Desa Wisata Brayut, para peserta sangat antusias dengan paparan yang diberikan. Desa wisata Brayut merupakan Desa Wisata pertama dikabupaten Sleman. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026