Logo Header Antaranews Sumbar

Wabup Pasaman: Gencarkan Sosialisasi Pupuk Organik

Senin, 26 November 2012 18:40 WIB
Image Print

Lubuk Sikaping, (ANTARA) - Wakil Bupati Pasaman Daniel mengatakan perlu digencarkan sosialisasi pemakaian pupuk organik kepada masyarakat dalam menghindari pemakaian pupuk kimia, khususnya pada lahan persawahan dan sayuran. "Pemakaian pupuk kimia secara berangsur harus mulai dikurangi. Apalagi pada tanaman padi maupun sayur," kata dia di Lubuk Sikaping, Senin. Menurut dia, penggunaan pupuk organik dalam mengolah lahan pertanian bermanfaat menghasilkan padi yang lebih sehat bagi tubuh manusia. "Permintaan hasil pertanian bebas pestisida semakin besar karena pembeli hasil pertanian juga khawatir akan efek samping terhadap kesehatan dari hasil pertanian yang memakai pupuk kimia," ujarnya. Di samping itu, pemakaian pupuk organik juga lebih meringankan petani dalam segi pembiayaan dan modal pertanian, karena pembuatannya dapat dilakukan oleh mereka. Sementara untuk mendapatkan pupuk kimia sedikit sulit dan membuat para petani harus mengeluarkan modal yang besar dibanding pemakaian pupuk organik. "Menurunnya biaya dan modal pertanian menjadikan masyarakat lebih mendapatkan keuntungan," kata dia. Untuk itu, kata Wabup, para penyuluh pertanian melalui dinas terkait agar aktif dalam memberikan pemahaman kepada petani terkait dampak positif dari pemakaian pupuk organik tersebut. Kabupaten Pasaman merupakan salah satu daerah di Sumbar yang terletak pada posisi paling utara dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani, terutama tanaman padi. Dari beberapa tahun terakhir Pasaman selalu menjadi bagian dari 19 kabupaten/kota di Sumbar yang mengalami surplus beras. Saat ini, sebagian dari petani sudah mulai menghindari pupuk kimia dan beralih untuk melaksanakan pemakaian pupuk organik dalam mengolah persawahan mereka. "Nah, jika petani sudah menerapkan pemakaian pupuk organik, diyakini akan menjadikan hasil produksi pertanian akan lebih baik seiring meningkatnya kesejahteraan para petani," kata dia. (*/zik/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026