Logo Header Antaranews Sumbar

Badan Pengawas HAM Nilai Obama Belum Cukup Reformasi NSA

Selasa, 21 Januari 2014 19:08 WIB
Image Print

Berlin, (Antara/Reuters) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama belum bertindak cukup jauh dalam mereformasi kegiatan pemantauan yang dilakukan Badan Keamanan Nasional AS (NSA) sehingga pelanggaran terhadap hak-hak privasi individu masih terus terjadi. "Semua yang Obama tawarkan kepada kami adalah jaminan samar-samar bahwa komunikasi elektronik yang dilakukan masyarakat hanya akan disadap jika percakapan itu terkait dengan kepentingan keamanan nasional. Hal itu merupakan standar yang tak jelas dan tak spesifik," ujar Kepala Badan Pengawas HAM yang berbasis di New York, Kenneth Roth dalam sebuah wawancara di Berlin, Selasa. "Dalam hal ini, tidak ada jaminan bahwa warga non-Amerika di luar wilayah Amerika Serikat memiliki hak privasi komunikasi mereka. Padahal, setiap orang memiliki hak privasi komunikasi elektronik, dimana percakapan mereka tidak disadap ke komputer pemerintah," lanjutnya. Roth juga mengatakan sejauh ini tidak ada bukti bahwa pengamanan komunikasi massal akan membuat perbedaan untuk peningkatan keamanan nasional. Pada Jumat (17/1), Presiden Obama memberlakukan larangan terhadap NSA untuk menyadap komunikasi elektronik para pemimpin negara sekutu AS dan mulai mengekang penyadapan besar komunikasi masyarakat AS. Melalui pengamanan data telepon masyarakat, Obama berusaha untuk meyakinkan warga Amerika dan warga dunia bahwa pemerintah AS akan lebih memperhatikan masalah privasi komunikasi, dimana hal itu sempat menjadi sorotan publik setelah mantan pekerja kontrak NSA Edward Snowden membongkar beberapa penyadapan yang dilakukan oleh pemerintah AS. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026